Pada menit ke-65 pertandingan persahabatan di Odense, Eriksen secara tak terduga meletakkan tangannya ke dada saat bola bergulir di tengah lapangan. Rekaman televisi menunjukkan gelandang berusia 34 tahun itu tampaknya merasakan sesuatu yang tidak biasa di tubuhnya sebelum kehilangan keseimbangan dan jatuh ke tanah.
Eriksen tidak bertabrakan dengan pemain lain. Ia sengaja memegang dadanya, memperlambat langkahnya beberapa langkah, lalu terjatuh. Tindakan ini langsung membuat rekan-rekan setimnya panik karena mengingatkan pada tragedi di EURO 2020, ketika jantung Eriksen berhenti berdetak selama sekitar 5 menit.
Petugas medis segera bergegas ke lapangan. Para pemain dari kedua tim membentuk lingkaran untuk melindungi privasi Eriksen sementara dokter memberikan perawatan darurat. Setelah sekitar 13 menit, mantan bintang Manchester United itu sadar kembali dan mampu berdiri sendiri sebelum dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Ahli kardiologi Sadi Raza meyakini reaksi Eriksen yang mencengkeram dada disebabkan oleh sengatan listrik yang diberikan oleh defibrillator implan (ICD). Menurut ahli tersebut, sensasi saat alat tersebut diaktifkan seringkali mirip dengan benda keras yang mengenai dada, menyebabkan pasien secara refleks segera membawa tangannya ke area jantung.
"Ada kemungkinan alat itu mendeteksi irama jantung yang berbahaya dan secara otomatis memberikan kejutan listrik untuk mengembalikan jantung ke keadaan normal. Itu bisa jadi alasan Eriksen memegangi dadanya dan jatuh ke tanah," spekulasi Raza.
Penyebab pasti insiden tersebut belum diumumkan. Dokter akan menganalisis data dari ICD untuk menentukan apakah alat tersebut bereaksi terhadap aritmia yang sebenarnya atau hanya sinyal abnormal. Namun, kabar baiknya adalah Eriksen dengan cepat sadar kembali dan dipastikan dalam kondisi stabil.
Sumber: https://znews.vn/phan-ung-bao-hieu-su-co-cua-eriksen-post1658015.html







