Kapal induk Prancis Charles de Gaulle dan kapal pengawalnya akan mengunjungi Filipina pada bulan Februari, menandakan meningkatnya hubungan keamanan maritim antara kedua negara.
Duta Besar Prancis untuk Filipina, Marie Fontanel, menyampaikan pengumuman tersebut pada forum kerja sama maritim di Makati City, Filipina, pada 22 Januari, menurut AFP. Fontanel mengatakan kunjungan gugus tugas tempur kapal induk Prancis sepenuhnya sejalan dengan perjanjian 2023 antara badan pertahanan kedua negara.
Kapal induk Angkatan Laut Prancis Charles de Gaulle
Menurut AFP, Prancis berupaya menegaskan kembali perannya di kawasan Asia -Pasifik . Sementara itu, Filipina berupaya memperkuat hubungan dengan mitra dan sekutu di tengah sengketa wilayah di Laut Timur.
Duta Besar Prancis Fontanel menambahkan bahwa kelompok penyerang kapal induk Charles de Gaulle diperkirakan akan berpartisipasi dalam latihan maritim dengan AS di Laut Filipina.
Selama bertahun-tahun, Filipina dan Prancis telah menyaksikan pertumbuhan yang signifikan dalam kerja sama keamanan maritim. Pada tahun 2024 saja, Prancis secara aktif berpartisipasi dalam latihan Balikatan ke-39 dan mengerahkan sekelompok pesawat di Pangkalan Udara Clark (Filipina) sebagai bagian dari Pegase 24 - misi tahunan Angkatan Udara dan Antariksa Prancis ke Indo- Pasifik .
Filipina menuduh China mengirim kapal 'monster' ke Laut Timur
Manila dan Paris juga diperkirakan akan segera merundingkan pakta pertahanan yang akan memungkinkan mereka mengerahkan pasukan ke wilayah masing-masing, serupa dengan perjanjian antara Filipina, Amerika Serikat, dan Jepang.
"Sejak Presiden Emmanuel Macron mengumumkan strategi Indo-Pasifiknya pada tahun 2018, Prancis telah aktif memperkuat kemitraan di seluruh kawasan. Strategi ini mendorong dialog dan pembangunan konsensus, yang menyediakan kerangka kerja untuk menyelesaikan sengketa," ujar Ibu Fontanel.
Selain keamanan maritim, Ibu Fontanel menekankan bahwa Paris juga ingin memperkuat kerja sama dengan Manila di bidang keselamatan maritim dan perlindungan lingkungan laut.
Dalam perkembangan lainnya, kapal induk Charles de Gaulle saat ini berpartisipasi dalam latihan Le Perouse 2025, yang melibatkan 13 kapal angkatan laut dan lebih dari 30 pesawat dari Prancis, Malaysia, Singapura, Indonesia, Kanada, AS, Inggris, India, dan Australia. Menurut The Manila Times , latihan ini berlangsung dari 16 hingga 24 Januari di beberapa rute perdagangan maritim penting dunia .
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/phap-sap-dieu-tau-san-bay-duy-nhat-den-philippines-185250123205239408.htm
Komentar (0)