![]() |
Spesimen teripang ini masih hidup dan berkembang setelah lebih dari dua tahun. Foto: WoRMS . |
Para ilmuwan baru saja menemukan fenomena aneh yang dapat mengubah pemahaman kita tentang batas antara hidup dan mati. Bagian tubuh yang terputus dari spesies teripang tertentu telah bertahan selama lebih dari tiga tahun di air laut biasa. Bagian tersebut terus beregenerasi dan menyerap nutrisi meskipun tidak memiliki mulut.
Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Science Advances . Jaringan yang terlepas tersebut bertahan jauh lebih lama daripada durasi percobaan. Oleh karena itu, setelah penelitian selesai, spesimen yang terlepas tersebut tampaknya terus ada tanpa batas waktu, tanpa menunjukkan tanda-tanda degradasi atau pembusukan.
Psolus Fabricii, sejenis teripang yang hidup di perairan dingin Arktik dan Atlantik Utara, telah lama dikenal karena kemampuan regenerasinya yang luar biasa. Mirip dengan salamander atau bintang laut yang dapat menumbuhkan kembali anggota tubuh yang hilang, spesies ini juga dapat meregenerasi tentakel atau tulang kakinya.
Sebelumnya, para ilmuwan berasumsi bahwa bagian tubuh yang terputus akan membusuk secara alami seiring waktu. Penemuan baru ini menunjukkan bahwa asumsi tersebut tidak sepenuhnya akurat.
Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Sara Jobson, seorang mahasiswa doktoral di Universitas Newfoundland, memotong sampel jaringan kecil dari kaki, tentakel, dan tubuh utama teripang dan menempatkannya di air laut. Hasilnya menunjukkan bahwa jaringan yang terlepas tidak mati, tetapi malah memperbaiki kerusakan dan terus tumbuh dengan menyerap nutrisi dari lingkungan sekitarnya.
“Proses penyembuhan awal melibatkan pengangkatan jaringan yang rusak dan degeneratif di bagian tepinya. Segera setelah itu, epitel sehat di sekitarnya menggulung ke dalam untuk membantu menutup area tersebut,” tulis tim peneliti.
Spesimen teripang ini mungkin merupakan contoh pertama yang tercatat dari "keabadian jaringan" alami. Mereka bertahan hidup di air laut biasa, sedangkan percobaan sebelumnya dilakukan dalam kultur steril yang dikontrol secara ketat.
Meskipun mampu mempertahankan diri, jaringan yang terlepas ini tidak berkembang menjadi teripang baru yang utuh. Dengan kata lain, satu-satunya tujuan mereka hanyalah untuk terus hidup.
Setelah tiga tahun pemantauan, bagian tubuh yang terputus tersebut terus berfungsi normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda kematian. Akhirnya, para peneliti memutuskan untuk mengakhiri eksperimen dan mempublikasikan temuan mereka.
Namun, penelitian ini dapat membantu para ilmuwan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang mekanisme regenerasi jaringan dan biologi sel, sehingga membuka potensi aplikasi dalam pengobatan regeneratif dan bidang terkait.
Penemuan ini telah memunculkan banyak pertanyaan baru, termasuk apakah suatu entitas yang hanya mempertahankan aktivitas biologis tetapi tidak tumbuh atau bereproduksi dapat dianggap hidup dalam pengertian konvensional. Tim peneliti juga membatasi fenomena keabadian ini pada bagian-bagian tertentu, bukan seluruh organisme.
Sumber: https://znews.vn/phat-hien-loai-dong-vat-bat-tu-post1656318.html









Komentar (0)