Para ilmuwan baru saja menerbitkan sebuah studi komprehensif yang menunjukkan bahwa Bulan—satelit alami Bumi—masih mengalami kontraksi. Saat bagian dalamnya mendingin, kerak berlapis tunggalnya terkompresi, menciptakan bentang alam yang khas seperti tebing berlekuk dan pegunungan bawah permukaan kecil (SMR). Ini adalah fitur geologis muda, tersebar di lautan bulan, dan dapat menjadi sumber gempa bumi di masa depan.

Rangkaian Pegunungan Kecil (Small Mountain Range/SMR) di timur laut Mare Imbrium, difoto oleh Lunar Reconnaissance Orbiter. (Sumber: NASA)
Dalam sebuah studi baru, tim di Pusat Studi Bumi dan Planet di Museum Dirgantara Nasional - Smithsonian Institution (AS) telah membuat peta global pertama dari pegunungan bawah permukaan (SMR). Mereka mengidentifikasi 2.634 pegunungan bawah permukaan, di mana lebih dari 1.100 di antaranya sebelumnya tidak diketahui. Usia rata-rata SMR sekitar 124 juta tahun, hampir sama dengan usia tebing berlekuk (105 juta tahun). Hal ini menunjukkan bahwa keduanya termasuk di antara struktur termuda di Bulan. Yang menarik, banyak SMR terbentuk di sepanjang jenis patahan yang sama dengan tebing berlekuk, memperkuat hipotesis bahwa keduanya memiliki asal tektonik yang sama.
Perbedaan antara tektonik bulan dan Bumi juga disorot. Bumi memiliki tektonik lempeng, di mana lempeng tektonik bergerak, bertabrakan, dan menciptakan pegunungan, palung laut, atau gunung berapi. Sebaliknya, Bulan tidak memiliki lempeng tektonik, hanya kerak yang kontinu. Saat tekanan menumpuk, hal itu menciptakan tebing dan pegunungan kecil. Karakteristik ini menunjukkan bahwa Bulan masih merupakan benda langit yang dinamis, bukan "statis" seperti yang pernah dipikirkan banyak orang.

Gambar panorama Bulan yang menunjukkan lautan dan kawah tumbukan dengan jelas. (Sumber: Getty Images)
Penemuan baru ini memiliki implikasi signifikan untuk misi eksplorasi di masa depan, khususnya program Artemis. Memperluas peta potensi sumber gempa membantu para ilmuwan memprediksi risiko seismik, sehingga dapat memilih lokasi pendaratan yang lebih aman bagi para astronot. Secara bersamaan, penelitian ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang struktur internal dan sejarah termal Bulan. Seperti yang disampaikan oleh ahli geologi Cole Nypaver, penelitian ini melengkapi gambaran global tentang Bulan yang menyusut, membuka peluang penelitian baru dan memperingatkan potensi risiko bagi manusia yang hidup jangka panjang di permukaannya.
Dengan lebih dari 2.600 SMR (Surface Mountain Rate) yang tercatat, studi ini menegaskan bahwa aktivitas tektonik di Bulan masih berlangsung. Hal ini tidak hanya memberikan wawasan tentang evolusi geologis satelit alami tersebut, tetapi juga meletakkan dasar untuk memastikan keselamatan dalam misi eksplorasi ruang angkasa di masa mendatang.
Sumber: https://vtcnews.vn/phat-hien-moi-mat-trang-dang-nho-lai-ar1003640.html






Komentar (0)