QN, seorang anak laki-laki berusia dua tahun berkebangsaan Kamboja, menderita cacat jantung bawaan yang parah. Dokter di Rumah Sakit Anak 1 melakukan operasi darurat padanya, dan lebih dari 100 juta VND terkumpul dari para donatur untuk menutupi biaya pengobatan.
Riwayat medis menunjukkan bahwa anak tersebut mengalami sesak napas sejak usia 4 bulan dan telah beberapa kali dirawat di rumah sakit di Kamboja. Setelah pemeriksaan, dokter mendiagnosis anak tersebut menderita pneumonia dan telah beberapa kali mengobatinya tanpa hasil. Empat bulan lalu, kondisi anak memburuk dengan gejala seperti demam di siang hari, batuk berdahak, dan kesulitan bernapas, yang membuat dokter mencurigai tuberkulosis paru. Namun, pengobatan dengan obat anti-tuberkulosis tidak efektif, dan dokter menyarankan keluarga untuk membawa anak tersebut ke Rumah Sakit Anak 1 untuk perawatan lebih lanjut.
Pada tanggal 12 November, Dr. Nguyen Thi Phuong Chau (Departemen Kardiologi, Rumah Sakit Anak 1) menyatakan bahwa anak laki-laki tersebut didiagnosis menderita kelainan jantung bawaan yang langka: adanya membran di atrium kiri dan hipertensi paru. Biasanya, atrium kiri memfasilitasi aliran darah, tetapi kelainan ini menciptakan membran di antara kedua atrium, mencegah sirkulasi darah yang tepat. Hal ini menyebabkan pernapasan cepat dan mudah disalahartikan sebagai kondisi seperti pneumonia atau tuberkulosis. Karena mengonsumsi obat tuberkulosis selama beberapa bulan, urin anak laki-laki tersebut berwarna merah saat dirawat di rumah sakit.
Setelah berkonsultasi dengan tim kardiologi, para dokter memutuskan untuk melakukan operasi reseksi septum. Namun, keluarga anak tersebut tidak mampu membiayai operasi tersebut karena keadaan mereka yang sulit.
Dokter sedang melakukan pemeriksaan kesehatan pada anak tersebut.
Dengan motto "menyelamatkan nyawa adalah yang utama," manajemen rumah sakit memutuskan untuk mendukung pasien anak tersebut dan mengizinkan operasi darurat. Setelah persiapan pra-operasi, operasi berhasil dilakukan. Biaya operasi, yang melebihi 100 juta VND, ditanggung oleh Departemen Pekerjaan Sosial rumah sakit melalui dana dari para donatur.
Saat ini, kesehatan anak tersebut stabil dan diperkirakan akan dipulangkan siang ini (12 November).
Dr. Truong Huu Khanh, Kepala Departemen Pekerjaan Sosial di Rumah Sakit Anak 1, mengatakan bahwa untuk anak-anak dengan penyakit jantung bawaan, operasi darurat sangat penting dan mahal. Rumah sakit selalu menyiapkan rencana untuk menggalang dana guna memastikan tidak ada anak yang berisiko karena kekurangan dana pengobatan.
Sumber: https://thanhnien.vn/phau-thuat-khan-cap-cuu-be-trai-mac-benh-tim-bam-sinh-185241112131014146.htm






Komentar (0)