Komune Phong Hai dibentuk melalui penggabungan Komune Ban Cam dan bekas kota pertanian Phong Hai. Komune ini memiliki lebih dari 3.600 hektar hutan produksi, dengan sekitar 1.800 hektar ditanami pohon kayu manis. Pendapatan rata-rata dari kehutanan sekitar 50 juta VND/hektar, yang memberikan kontribusi signifikan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Selama bertahun-tahun, gerakan menanam dan membudidayakan kayu manis telah berkembang pesat di banyak desa. Selain memberikan penghasilan yang stabil, budidaya kayu manis juga telah menjadi jalur yang berkelanjutan, sangat sesuai dengan kondisi tanah dan praktik pertanian masyarakat setempat.
Ibu Ban Thi Hong (dari desa Khoi Khe) berbagi: "Keluarga saya telah menanam kayu manis sejak tahun 2011, dengan luas lebih dari 2 hektar. Sejak kami mulai menanam kayu manis, kami memiliki pendapatan yang stabil dan kehidupan yang lebih makmur. Kayu manis mudah ditanam, memiliki sedikit hama dan penyakit, dan hanya membutuhkan penyiangan dan perawatan rutin agar tumbuh subur; saat dipanen, semuanya mulai dari kulit kayu dan daun hingga ranting dapat dijual, sehingga memberikan efisiensi ekonomi yang tinggi."


Banyak organisasi ekonomi kolektif di Phong Hai juga berfokus pada pengembangan dan peningkatan nilai produk kayu manis. Contoh utamanya adalah Koperasi Kayu Manis Ekologis Phong Hai, yang didirikan dengan tujuan mengembangkan produk kayu manis organik dan berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat setempat. Koperasi ini saat ini bekerja sama dengan hampir 50 rumah tangga, membentuk area bahan baku seluas kurang lebih 500 hektar.
Koperasi ini berorientasi pada produksi organik, secara bertahap menstandarisasi proses untuk menciptakan produk berkualitas tinggi. Saat ini, produk utamanya adalah batang kayu manis belah dan kayu manis hitam, yang dibeli oleh bisnis dan didistribusikan ke pasar. Di masa depan, koperasi akan memperluas skala dan mendiversifikasi produknya untuk meningkatkan nilai dan membangun merek kayu manis Phong Hai di pasar.
Para anggota dan rumah tangga yang berpartisipasi berkomitmen untuk menerapkan proses pertanian "5 larangan": tanpa pestisida, tanpa pupuk kimia, tanpa herbisida, tanpa stimulan pertumbuhan, dan tanpa benih yang tidak diketahui asal-usulnya; serta menggunakan pupuk organik dan produk biologis dalam budidaya dan pengendalian hama. Prosedur panen dan pengolahan juga diikuti secara ketat untuk memastikan kualitas produk.


Pohon kayu manis bukan hanya sumber mata pencaharian, tetapi juga secara bertahap menegaskan posisinya seiring dengan pengorganisasian produksi ke dalam rantai pasokan yang saling terkait.
Komite Partai dan pemerintah komune Phong Hai telah menetapkan dengan jelas arah pembangunan ekonomi yang terkait dengan hutan, khususnya pohon kayu manis. Setelah Kongres Partai Pertama komune, periode 2020-2025, salah satu tugas utama adalah meningkatkan pendapatan masyarakat dari ekonomi perbukitan dan hutan, dengan kayu manis sebagai tanaman utama.
Pemerintah daerah berfokus pada peningkatan nilai pohon kayu manis melalui berbagai solusi: menekankan teknik penanaman, perawatan, dan panen yang tepat untuk memastikan kualitas; mempromosikan keterkaitan dan mendirikan koperasi pengolahan untuk menciptakan nilai tambah; dan berkoordinasi dengan bisnis untuk membangun rantai produksi, pengolahan, dan konsumsi yang tertutup, dengan tujuan ekspor.
Pada kenyataannya, selain keuntungan dari penjualan bahan mentah, nilai pohon kayu manis dapat berlipat ganda berkali-kali lipat jika dikaitkan dengan pengolahan. Saat ini, beberapa produk seperti minyak esensial kayu manis, bubuk kayu manis, batang kayu manis, tabung kayu manis, dan lain-lain, telah menarik perhatian banyak bisnis. Hal ini membuka prospek besar bagi Phong Hai untuk mengembangkan industri kayu manis ke arah produk-produk berkualitas tinggi dan terkonsentrasi, yang terkait erat dengan permintaan pasar.
Phong Hai juga secara bertahap membangun merek kayu manis yang terkait dengan standar keamanan dan organik. Beberapa rumah tangga dan koperasi telah berfokus pada penerapan proses produksi yang bersih, membatasi penggunaan bahan kimia, dan memastikan rasa serta kualitas produk.
Selain itu, pemerintah daerah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendaftarkan merek dagang, mempromosikan perdagangan, dan mengiklankan citra kayu manis Phong Hai melalui berbagai saluran media dan pameran dagang.


Namun, untuk mengembangkan budidaya kayu manis secara komprehensif, masih banyak masalah yang perlu diperhatikan. Saat ini, sebagian besar produk masih dikonsumsi dalam bentuk mentah, dengan nilai rendah; meskipun telah terbentuk keterkaitan produksi, namun belum meluas, dan belum banyak perusahaan besar yang berinvestasi dalam pengolahan lebih lanjut.
Selain itu, tuntutan pasar ekspor semakin ketat, mengharuskan produk memiliki asal yang jelas, proses produksi yang aman, dan memenuhi sertifikasi internasional.

Menanggapi tuntutan ini, Phong Hai telah memutuskan untuk mempercepat restrukturisasi produksi, menghubungkan budidaya kayu manis dengan sertifikasi organik, menerapkan teknologi pengolahan modern, dan meningkatkan daya saing.
Pemerintah daerah setempat, berkoordinasi dengan sektor pertanian dan lembaga-lembaga khusus, terus memberikan pelatihan teknis kepada masyarakat, sekaligus mendukung koneksi pasar dan mencari mitra bisnis.
Dengan upaya bersama, komune Phong Hai secara bertahap membangun merek kayu manisnya, membawa produk khas lokal ini ke pasar yang lebih luas, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial ekonomi serta meningkatkan kehidupan masyarakatnya.
Sumber: https://baolaocai.vn/phong-hai-nang-tam-gia-tri-cay-que-post882393.html






Komentar (0)