Berdasarkan Surat Edaran No. 31/2026 dari Kementerian Konstruksi , yang berlaku mulai 15 Desember 2026, untuk bangunan apartemen yang sudah ada, dalam waktu 6 bulan sejak tanggal berlakunya peraturan tersebut, pemilik atau unit yang berwenang wajib meninjau kondisi terkini area parkir kendaraan listrik, stasiun pengisian daya, dan area penggantian baterai; jika tidak memenuhi standar baru, perbaikan dan renovasi harus dilakukan sesuai peraturan. Para ahli sepakat bahwa ini merupakan tantangan yang sangat signifikan, terutama untuk bangunan apartemen yang telah digunakan selama bertahun-tahun.

Untuk gedung apartemen yang lebih tua, diperlukan upaya terkoordinasi dari pihak berwenang terkait, dinas pemadam kebakaran, perusahaan listrik, dewan pengelola gedung, dan komite rakyat kelurahan untuk mengatur parkir dan pengisian daya kendaraan listrik.
Foto: Dinh Huy
Dr. Tran Viet Anh, Wakil Rektor Universitas Hung Vuong di Kota Ho Chi Minh, menganalisis: Bangunan-bangunan ini tidak dirancang untuk kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik skala besar, sehingga akan timbul banyak masalah terkait kapasitas daya, ventilasi, jalur evakuasi, sistem alarm kebakaran, dan sistem pemadam kebakaran. Selain itu, ada tekanan pada biaya renovasi dan konsensus penghuni. Kesulitan terbesar bukan terletak pada peraturan, tetapi pada proses implementasinya. Banyak gedung apartemen saat ini kekurangan tempat parkir, area teknis, dan dana yang tersedia untuk peningkatan. Tanpa pedoman khusus, beberapa tempat mungkin memilih solusi sederhana berupa pembatasan atau penolakan kendaraan listrik, yang bertentangan dengan kebijakan transisi hijau.
Oleh karena itu, solusi ini membutuhkan pendekatan yang mendukung; kementerian dan lembaga pemerintah harus segera mengeluarkan pedoman teknis model untuk setiap jenis bangunan apartemen; mengizinkan penggunaan dana pemeliharaan secara rasional untuk meningkatkan infrastruktur keselamatan; mendorong bisnis untuk berinvestasi dalam stasiun pengisian daya melalui model subsidi; dan secara bersamaan menetapkan peta jalan transisi yang sesuai untuk bangunan-bangunan tua. Tujuan utamanya adalah menciptakan kondisi agar kendaraan listrik dapat berkembang di lingkungan yang lebih aman dan berkelanjutan.
Menurut Bapak Le Thanh Hai, Direktur Pusat Konsultasi Aplikasi Ekonomi (Institut Penelitian Pembangunan Kota Ho Chi Minh), harus diakui secara jujur bahwa tidak semua gedung apartemen tua dapat direnovasi segera. Untuk memastikan kelayakan, solusi langsungnya adalah memprioritaskan area yang memenuhi persyaratan dan sesuai untuk direnovasi.
Untuk mencapai hal ini, diperlukan upaya terkoordinasi dari pihak berwenang terkait, dinas pemadam kebakaran, sektor kelistrikan, dewan pengelola gedung apartemen, dan Komite Rakyat di setiap kelurahan. Gugus tugas antarlembaga harus dibentuk untuk melakukan peninjauan dan inspeksi komprehensif terhadap semua gedung apartemen tua di wilayah tersebut. Berdasarkan peninjauan ini, perlu dibuat klasifikasi dan kesimpulan: gedung-gedung dengan infrastruktur yang memadai, kapasitas beban listrik yang baik, dan biaya renovasi yang wajar harus diprioritaskan untuk direnovasi.
Untuk gedung apartemen tua yang terlalu kumuh atau di mana modifikasi infrastruktur yang signifikan tidak mungkin dilakukan, transformasi lebih lanjut akan dilakukan pada tahap selanjutnya. Pada tahap ini, pemerintah perlu menerapkan kebijakan dukungan yang berbeda atau mempertimbangkan perencanaan tempat parkir dan titik pengisian daya terpusat untuk kendaraan listrik di area terdekat dengan ruang yang cukup dan kelayakan yang lebih tinggi. Pendekatan bertahap ini mengatasi kebutuhan mendesak warga sekaligus memastikan keamanan mutlak dan menghindari tekanan berlebihan pada infrastruktur perkotaan yang ada.
Sumber: https://thanhnien.vn/phuong-an-nao-cai-tao-chung-cu-cu-185260622221708627.htm









