
Breel Embolo tampaknya akan mengamankan kemenangan bagi Swiss dengan tendangan penalti di babak pertama, tetapi kapten Boualem Khoukhi muncul di saat yang tepat untuk menyundul bola ke gawang di menit-menit terakhir, memberikan Qatar poin pertama mereka dalam sejarah Piala Dunia.
Di stadion yang berkapasitas hampir 69.000 tempat duduk, penggemar Swiss jelas mendominasi. Namun, beberapa bagian masih memiliki banyak kursi kosong. Sebelumnya, FIFA harus menjelaskan situasi serupa dalam pertandingan antara Korea Selatan dan Republik Ceko, mengkonfirmasi bahwa angka kehadiran yang diumumkan akurat dan bahwa banyak orang berdiri di lorong alih-alih duduk di tempat duduk yang telah ditentukan.
Dipimpin oleh mantan pelatih tim nasional Spanyol, Julen Lopetegui, Qatar hampir saja menciptakan kejutan di awal pertandingan. Edmilson Junior merebut bola dari Manuel Akanji dan menerobos pertahanan hingga berhadapan langsung dengan kiper, tetapi tembakannya langsung menuju ke arah Gregor Kobel.
Swiss merespons dengan cepat. Dan Ndoye memiliki dua peluang beruntun tetapi gagal memanfaatkannya. Titik balik terjadi pada menit ke-13 ketika wasit memberikan penalti kepada Swiss. Remo Freuler berlari untuk menyambut sundulan Embolo tetapi dilanggar oleh kiper Mahmoud Abunada di dalam kotak penalti. Setelah peninjauan VAR yang panjang, keputusan pun dibuat, dan Embolo dengan tenang mengecoh Abunada untuk memecah kebuntuan.

Meskipun kebobolan satu gol, Abunada tampil luar biasa. Ia melakukan beberapa penyelamatan penting terhadap tembakan Ruben Vargas dan membuat para striker Swiss itu frustrasi di berbagai kesempatan. Menjelang akhir babak pertama, tembakan Michel Aebischer bahkan berhasil dihalau dari garis gawang.
Setelah jeda, Swiss terus mengendalikan permainan tetapi tidak mampu menambah keunggulan mereka. Tendangan jarak jauh Granit Xhaka melambung di atas mistar gawang, sementara Embolo dan Johan Manzambi sama-sama melewatkan peluang emas. Penyelesaian akhir yang boros ini terbukti merugikan tim Eropa tersebut.
Pada menit ke-90+4, bek kiri Homam Al Amin mengirimkan umpan silang jauh ke dalam kotak penalti. Bola melewati seluruh pertahanan Swiss sebelum sampai ke Khoukhi di tiang jauh. Kapten Qatar itu melompat tinggi untuk menyundul bola ke gawang, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Gol di menit-menit akhir itu tidak hanya memberikan Qatar hasil yang mengejutkan melawan lawan yang seharusnya lebih kuat, tetapi juga memberi mereka poin pertama dalam sejarah Piala Dunia. Sementara itu, Swiss pasti akan menyesal membiarkan kemenangan lepas begitu saja setelah serangkaian peluang yang terbuang.
Pada putaran kedua pertandingan Grup B di Piala Dunia 2026, Qatar akan menghadapi tuan rumah bersama Kanada, sementara Swiss akan berhadapan dengan Bosnia & Herzegovina.
Sumber: https://baohatinh.vn/qatar-lan-dau-co-diem-tai-world-cup-post312242.html








