![]() |
Jonathan David tampil gemilang dengan hat-trick, yang turut berkontribusi pada kekalahan telak Qatar, kekalahan terberat mereka di Piala Dunia 2026 sejauh ini. |
Piala Dunia 2026 baru saja melewati dua pertandingan babak penyisihan grup, tetapi Kanada telah mengirimkan pesan yang kuat. Di lapangan di Vancouver, perwakilan Amerika Utara tidak hanya mengalahkan Qatar. Mereka menghancurkan lawan mereka dengan gaya sepak bola yang penuh energi, kecepatan, dan jarang terlihat pada tim lain.
Skor akhir 6-0 dengan mudah membuat banyak orang percaya bahwa dua kartu merah Qatar adalah penyebab utama dari mimpi buruk ini. Namun kenyataannya jauh berbeda.
Sebelum Homam Al Amin diusir keluar lapangan pada menit ke-33, Kanada unggul 2-0. Selisih tersebut secara akurat mencerminkan apa yang terjadi di lapangan. Tim asuhan pelatih Jesse Marsch mendominasi sejak awal dengan tekanan intensitas tinggi dan transisi yang sangat cepat.
Qatar hampir tidak punya waktu untuk mengatur permainan mereka. Setiap kali perwakilan Asia mencoba membangun permainan dari separuh lapangan mereka sendiri, Kanada segera menutup ruang gerak mereka dan memaksa mereka melakukan kesalahan.
Dua kartu merah itu hanya memperburuk kekalahan Qatar. Kartu-kartu itu tidak membuat perbedaan, karena perbedaan sudah terjadi sebelumnya.
Jonathan David dan wajah baru Kanada
Jika kita harus memilih simbol pertumbuhan dan kedewasaan Kanada, tanpa ragu itu adalah Jonathan David.
Striker yang saat ini bermain di Eropa ini mencetak hat-trick dalam pertandingan di mana ia melakukan hampir semuanya dengan sempurna. Pergerakan yang cerdas, posisi yang tepat, dan penyelesaian yang tenang menunjukkan mengapa ia dianggap sebagai salah satu striker paling menonjol di Piala Dunia 2026.
![]() |
Jonathan David mencetak hat-trick, dan Kanada memberikan peringatan keras kepada para penantang gelar dengan kemenangan 6-0 atas Qatar. |
Namun kemenangan ini bukan hanya kisah David. Yang lebih luar biasa adalah bagaimana Kanada beroperasi sebagai tim yang utuh. Mereka bukan lagi tim yang hanya mengandalkan momen-momen brilian individu seperti yang mereka lakukan di Piala Dunia 2022. Empat tahun kemudian, Kanada memiliki skuad yang lebih matang dan berpengalaman yang tahu bagaimana mengendalikan permainan.
Dalam dua pertandingan pertama mereka, Kanada mencetak 7 gol yang luar biasa. Angka tersebut menunjukkan kekuatan serangan yang dahsyat dari tim Amerika Utara ini.
Qatar kembali berada di jalur yang benar.
Sebaliknya, kekalahan ini merupakan pukulan besar bagi ambisi Qatar. Negara tuan rumah Piala Dunia 2022 ini berharap dapat membuat kemajuan signifikan setelah bertahun-tahun berinvestasi di bidang sepak bola. Namun, apa yang terjadi melawan Kanada menunjukkan bahwa kesenjangan antara Qatar dan tim-tim papan atas masih sangat besar.
Qatar tidak hanya kalah secara teknis, tetapi mereka juga mempersulit diri sendiri karena kurangnya kendali. Dua kartu merah untuk Homam Al Amin dan Assim Omer Madibo lebih mencerminkan ketidakberdayaan daripada tekad untuk berjuang.
![]() |
Dua kartu merah benar-benar membuat Qatar kehilangan semangat, tetapi Kanada menunjukkan keunggulan mereka bahkan ketika mereka memiliki 22 pemain di lapangan. |
Dengan hanya sembilan pemain yang tersisa di lapangan, semuanya sudah berakhir. Tetapi bahkan dengan skuad lengkap, Qatar tidak menunjukkan tanda-tanda mampu bersaing secara setara dengan Kanada.
Piala Dunia selalu menjadi tempat di mana tim-tim baru dapat membuktikan diri. Setelah kemenangan 6-0 ini, Kanada bukan lagi sekadar nama yang dimasukkan untuk memenuhi kuota regional CONCACAF.
Mereka muncul sebagai pesaing yang sesungguhnya. Dan jika mereka terus mempertahankan performa mereka saat ini, Kanada bisa jadi sensasi terbesar di Piala Dunia 2026.
Sumber: https://znews.vn/qatar-tham-bai-0-6-truc-canada-post1661018.html
































































