(Surat Kabar Quang Ngai ) - Pada awal tahun 2024, Direktorat Jenderal Pajak mengeluarkan dokumen yang meminta departemen pajak untuk memperkuat koordinasi dengan instansi dan departemen lokal guna meningkatkan manajemen pajak di bidang sumber daya alam dan mineral. Namun, manajemen pajak di bidang ini masih memiliki banyak celah.
Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas eksploitasi mineral di provinsi ini cukup merajalela. Sumber pendapatan utama dari eksploitasi mineral adalah pajak sumber daya. Namun, otoritas pajak hanya dapat menghitung pendapatan dari hak eksploitasi mineral berdasarkan cadangan yang tercantum dalam izin yang dikeluarkan. Mereka tidak dapat menghitung hasil aktual dari penambangan atau pengangkutan, meskipun bisnis diwajibkan untuk memasang dan mengoperasikan kamera dan stasiun timbangan.
Provinsi ini juga telah membentuk tim inspeksi antarlembaga di lokasi pertambangan mineral. Inspeksi telah mengungkapkan bahwa banyak pemilik tambang menjual mineral dengan harga yang berbeda dari harga yang dipublikasikan atau tercantum, menjual barang tanpa faktur, atau menerbitkan faktur dengan nilai lebih rendah dari pembayaran sebenarnya. Mereka juga gagal menyimpan catatan atau dokumentasi untuk menentukan hasil penambangan bulanan dan tahunan yang sebenarnya. Lebih lanjut, banyak bisnis tidak memasang kamera atau stasiun timbangan, tidak menimbang mineral sebelum meninggalkan area pertambangan, dan menyatakan serta membayar pajak secara tidak benar berdasarkan hasil penambangan yang sebenarnya.
Menurut statistik pajak, pada tahun 2023, pendapatan pajak sumber daya alam mencapai lebih dari 217 miliar VND, pajak perlindungan lingkungan hampir 570 miliar VND, dan biaya perlindungan lingkungan hampir 22 miliar VND. Pada tahun 2024, Dinas Pajak Provinsi diberi target pendapatan sebesar 211,6 miliar VND untuk pajak sumber daya alam, 450 miliar VND untuk pajak perlindungan lingkungan, dan 29 miliar VND untuk biaya perlindungan lingkungan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Hingga akhir Maret 2024, pendapatan pajak sumber daya alam mencapai hampir 60 miliar VND (lebih dari 28% dari target); pendapatan pajak perlindungan lingkungan mencapai hampir 136 miliar VND (30,2%) dan biaya perlindungan lingkungan mencapai lebih dari 6,4 miliar VND (lebih dari 22%). Namun, angka-angka ini hanya berdasarkan target yang ditetapkan; angka sebenarnya tidak dapat dikendalikan dan pendapatan yang terkumpul dalam anggaran mungkin lebih tinggi.
Mengendalikan hasil penambangan mineral bukanlah hal yang mudah, tetapi sangat penting. Untuk memperkuat manajemen pajak atas kegiatan penambangan mineral dan memerangi penggelapan pajak dan biaya, Dinas Pajak Provinsi akan terus mengikuti arahan Kementerian Keuangan , Direktorat Jenderal Pajak, dan Komite Rakyat Provinsi, serta segera menerapkan solusi. Fokusnya adalah meningkatkan kesadaran di kalangan wajib pajak mengenai kebijakan dan hukum pajak, mendorong konsensus, dan mendorong kepatuhan terhadap hukum pajak. Bersamaan dengan itu, dinas akan memantau deklarasi pajak dan mendesak penagihan tunggakan pajak dari bisnis yang bergerak di bidang penambangan mineral. Koordinasi dengan departemen, instansi, dan daerah terkait akan diperkuat dalam mengelola pajak atas kegiatan penambangan mineral di provinsi tersebut.
Saat ini, sektor perpajakan perlu secara efektif berkoordinasi dan bertukar informasi mengenai pengelolaan pajak untuk kegiatan konstruksi. Hal ini akan memungkinkan pengelolaan pajak yang tepat waktu untuk proyek-proyek pada tahap konstruksi dasar yang menggunakan sumber daya mineral untuk perataan lahan, sekaligus secara proaktif memantau kemajuan proyek dan kewajiban pajak terkait. Lebih lanjut, peningkatan inspeksi dan audit terhadap perusahaan pertambangan mineral diperlukan untuk mendeteksi dan segera mengatasi kecurangan pajak yang mengakibatkan kekurangan pajak sumber daya, biaya perlindungan lingkungan, dan biaya hak penambangan.
SAFFLOWER
BERITA DAN ARTIKEL TERKAIT:
Sumber







Komentar (0)