
Quang Ngai akan memperkuat inspeksi dan pengawasan pasar secara luas, dengan fokus utama pada e-commerce, barang yang tidak diketahui asal-usulnya, dan pelanggaran hak kekayaan intelektual untuk mencegah penyelundupan, penipuan perdagangan, dan barang palsu pada tahun 2030.
Inilah fokus utama dari Rencana No. 2885 yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Quang Ngai. Rencana ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas manajemen negara, melindungi hak konsumen, menjaga stabilitas pasar, dan menciptakan lingkungan persaingan yang sehat bagi bisnis.
Menurut Departemen Perindustrian dan Perdagangan, pemberantasan penyelundupan, barang palsu, dan pelanggaran hak kekayaan intelektual akan dilaksanakan secara teratur, berkelanjutan, dan serentak. Secara khusus, sektor e-commerce telah diidentifikasi sebagai titik rawan yang membutuhkan peningkatan pengawasan karena risiko barang palsu dan barang di bawah standar yang semakin kompleks.
Satuan pengelola pasar ditugaskan untuk mengintensifkan inspeksi terhadap aktivitas bisnis dan peredaran barang; segera mendeteksi dan menindak tegas pelanggaran terkait barang selundupan, barang palsu, dan barang yang tidak diketahui asal-usulnya. Pada saat yang sama, koordinasi dengan polisi, penjaga perbatasan, dan pemerintah daerah akan terus diperkuat untuk meningkatkan efektivitas pemberantasan penyelundupan dan penipuan perdagangan.
Bersamaan dengan kegiatan inspeksi, Quang Ngai juga berfokus pada peningkatan kesadaran hukum terkait e-commerce dan perlindungan hak konsumen; membangun basis data dan menerapkan transformasi digital dalam mengelola barang yang beredar di pasar.
Pihak berwenang akan mempublikasikan saluran telepon khusus untuk menerima pengaduan masyarakat; dan mewajibkan bisnis untuk menandatangani komitmen untuk tidak memperdagangkan barang selundupan, barang palsu, atau barang di bawah standar, terutama di platform digital.
Sumber: https://quangngaitv.vn/quang-ngai-siet-chat-chong-buon-lau-hang-gia-6520141.html








Komentar (0)