![]() |
| Upacara pengibaran bendera di Pulau Truong Sa. |
Setelah berhari-hari berjuang melawan ombak, Truong Sa menyambut kelompok kerja ke-17 dengan semilir angin laut yang asin dan warna merah cerah bendera nasional yang berkibar tertiup angin. Di tugu kedaulatan , para perwira, tentara, dan delegasi berbaris bersiap untuk upacara pengibaran bendera. Di tengah hamparan luas laut dan pulau-pulau tanah air, saat lagu kebangsaan berkumandang di tengah deburan ombak membuat banyak orang terdiam karena terharu.
Sebelum upacara pengibaran bendera, para delegasi menyaksikan parade perwira, prajurit, dan pasukan lainnya di pulau itu. Di tengah terik matahari dan angin Truong Sa, langkah-langkah yang teratur dan tegas serta formasi yang rapi menunjukkan disiplin, kemauan, dan tekad para prajurit yang melindungi kedaulatan maritim suci Tanah Air siang dan malam.
![]() |
| Upacara peninjauan pasukan untuk perwira dan prajurit di Pulau Truong Sa. |
Saat lagu kebangsaan berkumandang, para delegasi tak kuasa menyembunyikan kebanggaan dan emosi mereka. Bagi banyak dari mereka, ini adalah pertama kalinya mereka menghadiri upacara pengibaran bendera di laut, dan setiap lirik, setiap pandangan yang tertuju pada bendera nasional, memiliki makna khusus yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.
Di tengah samudra dan langit luas Truong Sa, suara lagu kebangsaan bergema lebih jauh, lebih sakral. Bukan lagi ritual yang biasa dilakukan di auditorium atau alun-alun di daratan utama, upacara pengibaran bendera di pulau terpencil ini membuat setiap orang merasakan lebih dalam nilai perdamaian, kemerdekaan, dan kedaulatan suci Tanah Air.
Kolonel Nguyen Xuan Son, anggota Satuan Tugas No. 17, berbagi bahwa ia telah menghadiri banyak upacara pengibaran bendera sebelumnya, tetapi perasaan di Truong Sa sangat berbeda. Berpartisipasi dalam upacara pengibaran bendera bersama para tentara dan warga sipil di pulau itu memberinya emosi, kebahagiaan, dan kehormatan yang tak terlupakan.
![]() |
| Para tentara berjaga di samping penanda kedaulatan di Pulau Truong Sa. |
Suasana upacara menjadi semakin khidmat ketika sepuluh sumpah kehormatan para prajurit Tentara Rakyat Vietnam bergema di tengah lautan dan langit luas Pulau Truong Sa. Suara tegas Letnan Senior Ta Hong Phu, yang bertugas di Pulau Truong Sa, berpadu dengan suara deburan ombak di laut lepas:
"Mengorbankan segalanya untuk Tanah Air Vietnam..."
"Patuhi sepenuhnya perintah atasan Anda..."
"Terus tingkatkan semangat patriotisme sosialis..."
Setiap sumpah berfungsi sebagai pengingat akan tanggung jawab, kemauan keras, dan kesediaan untuk berkorban demi melindungi setiap inci tanah dan laut suci Tanah Air. Sumpah-sumpah ini bukan hanya soal kehormatan bagi para prajurit, tetapi juga membangkitkan emosi yang mendalam pada para delegasi dari daratan Tiongkok yang mengunjungi Truong Sa untuk pertama kalinya. Banyak delegasi berbagi bahwa hanya dengan berdiri langsung di Truong Sa, menyaksikan langsung kehidupan, aktivitas, dan semangat para perwira dan prajurit, barulah mereka dapat benar-benar menghargai pengorbanan diam-diam Angkatan Laut Rakyat Vietnam.
![]() |
| Tentara dan warga sipil di Pulau Truong Sa. |
Kamerad Tong Thi Tam, Wakil Ketua Komite Inspeksi Komite Partai Provinsi Thai Nguyen , mengatakan: "Kunjungan ke Truong Sa membantu saya memahami lebih dalam kesulitan dan penderitaan yang dialami para kader dan prajurit dalam melindungi kedaulatan laut dan pulau-pulau. Gambaran dari Truong Sa juga menjadi motivasi bagi setiap kader dan anggota Partai untuk terus belajar, berlatih, dan berkontribusi pada tujuan membangun dan melindungi Tanah Air."
Senada dengan pendapat tersebut, Bapak Tran Van Tuyen, Wakil Direktur Dinas Kesehatan Thai Nguyen, menyampaikan rasa haru dan kekagumannya atas semangat, kemauan, dan profesionalisme para perwira dan prajurit di pulau itu. Menurutnya, meskipun kondisi cuaca buruk, jarak yang jauh dari daratan utama, dan berbagai kekurangan, para prajurit di pulau itu tetap disiplin, memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, dan berdedikasi dalam menjalankan tugas mereka. Hal ini semakin menanamkan rasa bangga dan apresiasi kepada anggota delegasi atas kontribusi diam-diam para prajurit Angkatan Laut yang tanpa lelah membela laut dan pulau-pulau tersebut.
Lebih dari sekadar upacara yang menegaskan kedaulatan nasional di tengah lautan dan langit luas tanah air, upacara pengibaran bendera di Truong Sa juga menumbuhkan rasa cinta tanah air dan kebanggaan nasional dalam diri setiap warga Vietnam. Di garis depan ombak dan angin, setiap pandangan yang tertuju pada bendera nasional, setiap lantunan lagu kebangsaan, menjadi ikatan yang menghubungkan daratan utama dengan pulau-pulau tanah air kita…
Saat meninggalkan Truong Sa, banyak delegasi masih mengenang dengan penuh kasih momen ketika bendera merah dengan bintang kuning berkibar tertiup angin laut, lagu kebangsaan menggema, dan para prajurit mengucapkan sumpah kehormatan di tengah samudra luas. Emosi istimewa ini akan menemani mereka kembali ke daratan, menjadi kekuatan pendorong untuk terus menyebarkan kecintaan pada kepulauan, rasa tanggung jawab, dan kebanggaan pada tanah air tercinta.
Sumber: https://baothainguyen.vn/chinh-polit/202605/quoc-ca-vang-len-giua-bien-troi-to-quoc-a495041/











Komentar (0)