Pengaturan lalu lintas telah menjadi tugas rutin dan sistematis.
Bapak Nguyen Minh Dao, Kepala Sekolah SMA Lam Kinh ( Thanh Hoa ), mengatakan bahwa sekolah menganggap pengelompokan siswa berdasarkan kemampuan sebagai tugas utama, yang berkontribusi dalam membimbing siswa menuju jalur karier yang sesuai setelah lulus.
Dalam menyampaikan pandangannya mengenai poin-poin baru Surat Edaran No. 16/2026/TT-BGDĐT, Bapak Nguyen Minh Dao menekankan bahwa pertama, Surat Edaran tersebut menegaskan bahwa pengelompokan mahasiswa bukan lagi sekadar formalitas tetapi telah menjadi tugas yang teratur dan sistematis. Orientasi mahasiswa dilakukan berdasarkan penghargaan terhadap kemampuan, kekuatan, dan aspirasi individu, sekaligus dikaitkan dengan kebutuhan sumber daya manusia di daerah dan masyarakat. Hal ini membantu mahasiswa memiliki lebih banyak pilihan daripada hanya berfokus pada jalur universitas.
“Berdasarkan implementasi praktis di SMA Lam Kinh, dengan hampir 1100 siswa, program bimbingan karir awal telah mencapai beberapa keuntungan. Sekolah memiliki dasar hukum yang jelas untuk mengembangkan rencana bimbingan karir; kegiatan pengalaman dan konseling karir secara bertahap diperkuat. Kesadaran sebagian orang tua dan siswa tentang pendidikan kejuruan telah berubah ke arah yang lebih positif,” ujar Bapak Nguyen Minh Dao.
Namun, masih banyak tantangan yang tersisa. Menurut Bapak Nguyen Minh Dao, tantangan tersebut meliputi pola pikir yang dominan di banyak keluarga yang memprioritaskan gelar akademik dan keinginan untuk kuliah di universitas. Staf pengajar yang terlibat dalam bimbingan karir sebagian besar bekerja paruh waktu dan kurang memiliki pelatihan khusus. Kegiatan konseling masih bersifat umum, kurang mendalam dan personal. Koordinasi antara sekolah, lembaga pendidikan kejuruan, dan bisnis lokal juga terbatas.

Penting untuk terus memperkuat koordinasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Berbagi pengalamannya dalam meningkatkan efektivitas bimbingan karier, Bapak Nguyen Minh Dao mengatakan bahwa SMA Lam Kinh berfokus pada promosi kampanye kesadaran untuk mengubah persepsi orang tua dan siswa; menyelenggarakan kegiatan praktik dan kunjungan lapangan ke perusahaan dan pusat pelatihan kejuruan; dan mengintegrasikan konten bimbingan karier ke dalam mata pelajaran dan kegiatan pendidikan. Selain itu, konseling dilakukan secara terkategorisasi, disesuaikan dengan kemampuan dan aspirasi setiap kelompok siswa.
Sekolah ini juga memperkuat koordinasi dengan lembaga pendidikan kejuruan di daerah tersebut untuk menciptakan peluang bagi siswa mengakses informasi karier dengan cara yang lebih visual dan praktis. Pada saat yang sama, para guru didorong untuk mengikuti pelatihan guna meningkatkan keterampilan konseling dan bimbingan karier mereka.
Berdasarkan implementasi praktis, Bapak Nguyen Minh Dao mengusulkan agar sektor pendidikan terus meningkatkan sistem informasi pasar kerja; memperkuat materi bimbingan karir dengan konten yang mutakhir dan praktis; dan menyediakan mekanisme dukungan keuangan bagi sekolah untuk secara efektif menyelenggarakan kegiatan praktik. Selain itu, perlu diperkuat upaya komunikasi untuk mengubah persepsi masyarakat tentang nilai pendidikan kejuruan.
“Terlihat bahwa implementasi Surat Edaran 16/2026/TT-BGDĐT di SMA Lam Kinh secara bertahap menjadi lebih sistematis. Namun, agar proses bimbingan karir benar-benar efektif, koordinasi yang sinkron antara sekolah, keluarga, dan masyarakat secara keseluruhan sangat penting, sehingga dapat membantu siswa memilih jalur yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia di era baru,” ujar Bapak Nguyen Minh Dao.
Terkait masalah ini, Ibu Le Thi Hoa, seorang guru sejarah di SMA Lam Kinh, percaya bahwa Surat Edaran No. 16/2026/TT-BGDĐT membantu guru memiliki panduan yang lebih jelas dalam konseling karier. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa banyak siswa masih ragu untuk memilih pelatihan kejuruan karena pengaruh keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, mengubah persepsi adalah faktor kunci.
Menekankan peran pembelajaran berbasis pengalaman, Bapak Hoang Cong Lu, seorang guru Sastra di SMA Lam Kinh, menyarankan bahwa untuk bimbingan karier yang efektif, siswa perlu memiliki akses ke pengalaman karier di dunia nyata. Ketika siswa mengunjungi dan mengalami langsung bisnis atau lembaga pelatihan kejuruan, persepsi mereka akan berubah secara signifikan dibandingkan hanya menerima nasihat teoretis.
Sumber: https://giaoducthoidai.vn/quy-dinh-moi-thay-doi-tich-cuc-cong-tac-phan-luong-post783299.html










