SGGP
Kelompok Dua Puluh (G20) yang terdiri dari negara-negara maju dan berkembang terkemuka sedang mempertimbangkan untuk membentuk program keuangan darurat baru.
| Menurut Bank Dunia, dunia membutuhkan sekitar $31,1 miliar setiap tahunnya untuk mencegah dan mengurangi dampak pandemi di masa mendatang (gambar ilustrasi). |
Tujuannya adalah untuk membantu negara berkembang dan negara kurang berkembang merespons pandemi di masa depan seperti Covid-19. Mekanisme ini dirancang untuk menyediakan pendanaan tepat waktu, membantu negara berkembang memperoleh pasokan medis yang dibutuhkan, serta meningkatkan layanan kesehatan dan perawatan kesehatan agar mampu merespons secara efektif ketika terjadi wabah pandemi.
Rencana tersebut merupakan salah satu topik yang diharapkan akan dibahas pada Pertemuan Menteri Keuangan G20 pada tanggal 17 dan 18 Juli di India, dengan tujuan mencapai kesepakatan antara menteri keuangan dan kesehatan G20 pada bulan Agustus.
Program ini terutama didanai oleh negara-negara anggota G20 dan dikelola bersama oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Bank Dunia (WB). Program baru ini akan mengatasi keterbatasan perjanjian yang ada dengan memperkuat survei, meningkatkan dukungan, dan mempercepat penyaluran dana tersebut. Jika disetujui, pihak-pihak yang berpartisipasi kemungkinan akan menyesuaikan pendekatan dan sumber daya mereka berdasarkan situasi aktual.
Menurut Bank Dunia, dunia membutuhkan sekitar $31,1 miliar setiap tahunnya untuk mencegah dan mengurangi dampak pandemi di masa mendatang. Oleh karena itu, pembentukan dan pengembangan sumber pendanaan untuk respons pandemi sangat penting. Mei lalu, di bawah kepemimpinan Jepang, Kelompok Tujuh (G7) negara industri sepakat untuk mempelajari kerangka kerja keuangan guna menyalurkan dana yang dibutuhkan dengan cepat dan efektif untuk menanggapi wabah dan mengurangi dampak sosial-ekonomi negatif Covid-19 secara global.
Rencana tersebut dipertimbangkan dalam konteks bahwa meskipun WHO telah menyatakan berakhirnya keadaan darurat global, bukan berarti pandemi Covid-19 telah berakhir. Covid-19 masih merupakan pandemi, dan virus terus bermutasi. Ratusan ribu kasus Covid-19 masih tercatat di seluruh dunia setiap minggunya. WHO juga memperingatkan bahwa keadaan darurat dapat diberlakukan kembali jika situasinya berubah.
Sumber






Komentar (0)