- Kedengarannya sudah lucu. Tentu saja, pembeli akan memiliki tujuan lain selain kekerasan terhadap anak-anak. Misalnya, mereka mungkin menginginkan simbol humor untuk membangkitkan kenangan masa lalu, atau membeli sepotong rotan untuk digunakan dalam rangkaian bunga atau kerajinan tangan. Platform e-commerce tentu tidak akan mengizinkan penjualan produk-produk yang mengandung kekerasan.
- Masyarakat telah berubah, sehingga gagasan lama tidak lagi ada. Di daerah perkotaan modern, kekerasan tidak lagi terlihat dalam pengasuhan anak. Namun di sisi lain, di banyak keluarga, beban yang terus-menerus ditanggung anak-anak adalah beban belajar yang berlebihan. Banyak orang tua, yang menginginkan anak-anak mereka menjadi yang terbaik, mendorong mereka untuk belajar hingga kelelahan. Yang lain, karena terlalu sibuk, membatasi anak-anak mereka dengan kelas tambahan yang tak ada habisnya. Dan ada kelompok yang, berdasarkan pengalaman masa lalu mereka sendiri, memaksa anak-anak mereka untuk belajar tanpa henti.
- Cara belajar hafalan seperti itu pasti akan melelahkan dan membuat anak-anak kecil depresi. Belajar selalu diperlukan, tetapi bukan segalanya. Hal terpenting yang sering diabaikan untuk anak-anak adalah hak untuk bermain.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/quyen-duoc-choi-post796942.html






Komentar (0)