• Ca Mau dan Viettel membahas kerja sama di bidang sains, teknologi, dan transformasi digital.
  • Ca Mau membuat terobosan dalam transformasi digital.
  • Fokuskan sumber daya dan tingkatkan kualitas operasional Pusat Transformasi Digital Provinsi.

Ilmu pengetahuan dan teknologi adalah kekuatan pendorong pertumbuhan.

Pada periode saat ini, sains dan teknologi serta inovasi bukan hanya solusi pendukung, tetapi juga kekuatan pendorong utama, "kunci" untuk mentransformasikan model pertumbuhan dari ekstensif menjadi intensif. Secara spesifik, peran ini ditunjukkan melalui empat fokus utama: Terobosan dalam produktivitas di sektor-sektor ekonomi utama; mempromosikan transformasi digital dan pengembangan ekonomi digital; perisai dalam beradaptasi dengan perubahan iklim, menyediakan solusi struktural dan non-struktural untuk melindungi produksi; dan akhirnya, memanfaatkan potensi energi hijau dan melindungi lingkungan.

Perusahaan-perusahaan berfokus pada penerapan teknologi untuk meningkatkan nilai produk OCOP. Perusahaan-perusahaan berfokus pada penerapan teknologi untuk meningkatkan nilai produk OCOP.

Tantangan terbesar yang dihadapi Ca Mau dalam proses pengembangan ekonomi digitalnya saat ini adalah kurangnya keterkaitan antara pemerintah, ilmuwan, dan pelaku bisnis, serta keterbatasan sumber daya investasi yang disosialisasikan. Mayoritas bisnis lokal adalah usaha kecil, menengah, dan mikro; kapasitas mereka untuk mengakses dan berinovasi teknologi terbatas. Banyak unit usaha yang ragu untuk berubah atau kekurangan sumber daya keuangan untuk mengakses teknologi inti. Investasi dalam R&D (penelitian dan pengembangan) tidak dianggap sebagai strategi jangka panjang bagi bisnis, sehingga menyebabkan situasi di mana teknologi yang baik dan hasil penelitian yang menjanjikan sulit diterapkan dalam praktik dan tidak memenuhi persyaratan transformasi. Selain itu, terdapat kekurangan serius sumber daya manusia berkualitas tinggi, terutama di bidang-bidang seperti bioteknologi kelautan dan energi terbarukan. Proyek-proyek startup sebagian besar masih berada pada tingkat pemanfaatan sumber daya yang ada, kurang memiliki konten teknologi tinggi dan terobosan yang dibutuhkan untuk menciptakan nilai tambah yang berbeda di pasar internasional.