Sejak awal Juni, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan telah meluncurkan aplikasi "Around Me" di platform ponsel pintar (App Store atau Google Play), dalam konteks dimulainya penjualan bahan bakar bioetanol E10 secara nasional. Tiga fitur utama aplikasi ini adalah pencarian SPBU, pelaporan masalah di SPBU, dan pelacakan riwayat pengisian bahan bakar kendaraan pribadi.

Dengan fitur pencarian lokasi SPBU, pengguna dapat memilih filter, misalnya, untuk mencari tempat yang menjual bensin E5 atau E10, atau untuk menemukan lokasi terdekat, termurah, atau yang beroperasi.
Setelah E10 secara resmi menggantikan bensin RON95, banyak pengguna kendaraan lama (sebelum tahun 2000) yang jarang atau tidak dirawat dengan benar mencari pengecer bensin E5, tetapi ini bukanlah pendekatan yang sistematis. Oleh karena itu, fitur ini sangat dihargai oleh banyak pengguna.
Menurut Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, data dari aplikasi tersebut akan mendukung lembaga pengatur dalam memantau pasar dan mengelola operasi bisnis perminyakan secara lebih efektif.
Saat mengajukan pengaduan tentang SPBU, pengguna dapat memilih masalah seperti penjualan dengan harga yang tidak benar, penimbunan bahan bakar, kegagalan menerbitkan faktur, atau masalah terkait kualitas bahan bakar. Pengguna dapat melampirkan deskripsi dan gambar sebagai bukti saat mengajukan pengaduan ini. Permintaan tersebut kemudian akan diteruskan ke pihak berwenang terkait untuk diproses sesuai peraturan. Pengguna perlu mendaftarkan akun untuk melakukan tindakan ini.
Terakhir, aplikasi ini juga memungkinkan pengguna untuk melacak konsumsi bahan bakar dan biaya per pengisian bahan bakar. Data ini memungkinkan pemilik mobil untuk mendeteksi perbedaan signifikan, yang dapat disebabkan oleh kualitas bahan bakar yang buruk atau masalah teknis pada kendaraan yang menyebabkan konsumsi lebih tinggi.

Peluncuran aplikasi ini bertepatan dengan transisi nasional Vietnam ke distribusi bensin E10 yang dimulai pada 1 Juni. Kementerian Perindustrian dan Perdagangan menyatakan akan memperkuat upaya untuk menerima masukan dari warga dan pelaku bisnis guna segera mengatasi pelanggaran terkait kualitas bahan bakar.
Yang perlu diperhatikan, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan menyatakan bahwa jika kerusakan kendaraan dipastikan disebabkan oleh kualitas bahan bakar, pemasok bahan bakar akan bertanggung jawab utama. Konsumen disarankan untuk berhenti menggunakan bahan bakar jika mendeteksi tanda-tanda yang tidak biasa dan menghubungi pihak berwenang terkait atau pemasok untuk mendapatkan bantuan dalam pemeriksaan dan penyelesaian masalah.
Sumber: https://baohatinh.vn/ra-mat-ung-dung-phan-anh-chat-luong-xang-tim-kiem-cua-hang-theo-e5-e10-post311675.html









Komentar (0)