![]() |
Legenda Real Madrid Roberto Carlos berbagi kisah yang tak terungkap, dari puncak Ronaldinho hingga pemain paling konsisten di era Galacticos. |
Roberto Carlos, 52, mengobrol terbuka dengan John Obi Mikel di The Obi One Podcast , di mana ia mengenang kembali karier gemilangnya dan berbicara tentang rekan satu timnya yang membentuk salah satu tim terhebat dalam sejarah sepak bola.
Mantan bek kiri itu mengatakan ia masih terikat dengan Real Madrid sebagai duta besar, "bahkan bekerja lebih keras daripada saat ia masih bermain sepak bola". Dari sini, kisah ini membuka serangkaian anekdot: Marcelo dianggapnya sebagai bek kiri terbaik; Maldini adalah seorang "master"; Ashley Cole adalah tipe pemain yang dulu ingin ia tiru.
Ketika ditanya tentang pemain terbaik di era Galacticos, Roberto Carlos memberikan jawaban yang mengejutkan: Beckham. Ia mengatakan Zidane jenius, tetapi Beckham adalah pemain yang paling stabil, melakukan segalanya untuk tim, mulai dari menyerang, bertahan, hingga mengoper bola.
“Dia tidak bermain untuk para penggemar, dia bermain untuk Real Madrid,” tegas Roberto Carlos.
Merujuk pada Ronaldo Nazario, ia menegaskan bahwa "El Fenómeno" masih menjadi pemain nomor satu Brasil dan bisa saja memenangkan 15 Ballon d'Or jika tidak cedera. Ia juga berbicara tentang Gravesen, "orang gila yang dibutuhkan" tim, dan kenangan menghadapi Robinho dalam sesi latihan yang kacau.
Bagian yang paling menarik adalah penilaiannya terhadap Ronaldinho. Roberto Carlos menepis anggapan bahwa "pesta telah menghancurkan kariernya", dan mengatakan bahwa rekan senegaranya itu telah mencapai batasnya: "Dia mencapai segalanya dan lelah membahagiakan banyak orang".
Ia juga berbicara tentang Zidane, sang "balerina sepak bola", dan tendangan voli bersejarahnya di final Liga Champions 2002. Tak lupa juga Figo, yang menciptakan El Clasico "terburuk" yang pernah disaksikannya.
Sebagai penutup, Roberto Carlos bercerita tentang pertama kali ia berhadapan dengan Messi, saat jarinya tertekuk ke belakang, dan mengakui bahwa sulit untuk memilih antara Messi dan Cristiano Ronaldo, meskipun ia sendiri "sedikit condong ke arah Cristiano".
Kisah Roberto Carlos adalah cuplikan nyata era Galácticos: kemewahan, bakat, dan rahasia di balik sorotan.
Sumber: https://znews.vn/roberto-carlos-he-lo-su-that-ve-ronaldinho-post1606734.html







Komentar (0)