![]() |
Cristiano Ronaldo mencetak dua gol dan terlibat dalam beberapa gol Portugal melawan Uzbekistan. |
Setelah hasil imbang yang mengecewakan di pertandingan pembuka Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo menjadi sasaran kritik. Namun melawan Uzbekistan pada 24 Juni, kapten Portugal itu memberikan respons yang paling familiar dalam kariernya: mencetak gol.
Dalam wawancara pribadi dengan Tri Thức - Znews , pelatih Miguel Santos, manajer asal Portugal yang sebelumnya bekerja dengan Ruben Amorim, menilai bahwa Ronaldo menampilkan performa yang sangat berbeda dibandingkan pertandingan pertamanya.
Menurut Santos, gol pembuka Ronaldo adalah tipikal gol dari seorang striker top: pergerakan cerdas di area penalti, penilaian yang lebih cepat daripada para bek, dan penyelesaian yang menentukan. Untuk gol kedua, CR7 terus menunjukkan insting mencetak golnya yang tak berkurang dengan melakukan lari diagonal ke ruang di antara dua bek Uzbekistan dan melepaskan tembakan keras ke sudut jauh.
"Ronaldo bermain jauh, jauh lebih baik," komentar Santos. "Itulah jenis penyelesaian yang dimiliki seorang pencetak gol top."
Ronaldo tidak hanya mencetak gol.
Menurut Miguel Santos, poin pentingnya adalah pengaruh Ronaldo tidak berhenti hanya pada dua golnya. Striker berusia 41 tahun itu juga berkontribusi dalam membuat perbedaan di banyak situasi serangan lainnya untuk Portugal.
![]() |
Menurut pelatih Miguel Santos, Ronaldo tetap menjadi salah satu striker paling berbahaya di dunia di dalam kotak penalti. |
Dalam gol Nuno Mendes, Ronaldo dilaporkan adalah orang yang menyarankan rekan setimnya untuk langsung menembak dari tendangan bebas, alih-alih membiarkan semua perhatian tertuju padanya. Santos menganggap ini sebagai strategi cerdas, menunjukkan bahwa pengalaman dan kemampuan CR7 dalam membaca permainan masih sangat berharga bagi tim nasional Portugal.
Pada gol keempat, Ronaldo dan Joao Felix bergerak menuju tiang dekat, menarik perhatian pertahanan Uzbekistan dan menciptakan kekacauan di depan gawang. Untuk gol kelima Rafael Leao, Ronaldo kembali menarik perhatian para bek ke arahnya, menciptakan ruang di tiang jauh bagi rekan setimnya untuk berlari dan mencetak gol.
Santos menekankan pengaruh Ronaldo dalam kelima gol tersebut, namun kemenangan ini bukan semata-mata karena CR7. Joao Felix, Nuno Mendes, Pedro Neto, Bruno Fernandes, Rafael Leao, dan Ruben Dias semuanya memainkan peran penting dalam dominasi Portugal dan eksploitasi pertahanan Uzbekistan.
Meskipun demikian, ia masih percaya bahwa peran yang paling cocok untuk Ronaldo saat ini adalah sebagai penyerang tengah murni (nomor 9). Di area penalti, Ronaldo tetap sangat berbahaya berkat posisinya, kemampuan mencetak gol dengan kedua kaki, dan keunggulan dalam duel udara.
Tantangan Ronaldo selama 90 menit
Santos memuji penampilan Ronaldo, tetapi menyarankan bahwa staf pelatih Portugal masih perlu mempertimbangkan dengan cermat bagaimana memanfaatkan kapten berusia 41 tahun itu.
Masalahnya bukan pada pemikiran taktis. Menurut Santos, Ronaldo adalah pemain yang terlalu berpengalaman untuk membutuhkan banyak penjelasan tentang cara bermain. Yang lebih penting adalah mengelola kondisi fisiknya, terutama saat Portugal memasuki pertandingan dengan intensitas lebih tinggi.
"Saya masih berpikir 90 menit terlalu lama untuk Ronaldo saat ini. Ketika Portugal unggul 3-0 atau 4-0, dia tentu bisa diganti untuk beristirahat menjelang pertandingan berikutnya," kata Santos.
![]() |
Masalah terbesar Ronaldo saat ini bukanlah lagi kemampuan teknisnya, melainkan kebugaran fisiknya di usia 41 tahun. |
Pelatih asal Portugal itu juga percaya bahwa kritik akan terus mengikuti Ronaldo hingga akhir kariernya. Ketika CR7 bermain bagus, orang-orang mengakui bahwa dia masih berkelas. Ketika dia bermain buruk, langsung muncul komentar bahwa dia sudah melewati masa jayanya atau harus pensiun.
Namun, Santos yakin Ronaldo belum kehilangan kualitas terpentingnya. Di kotak penalti, CR7 masih menjadi salah satu pencetak gol terbaik di dunia. Satu-satunya perbedaan adalah dia tidak lagi mampu mengendalikan tubuhnya seperti saat berusia 25 atau 30 tahun.
Santos juga tidak percaya Ronaldo terobsesi dengan persaingan melawan Erling Haaland, Kylian Mbappe, atau Lionel Messi. CR7 memang memperhatikan penampilan bintang-bintang lain, tetapi prioritas terbesarnya tetap pada performa individunya dan tujuan membantu Portugal melangkah jauh di Piala Dunia 2026.
Setelah mendapat kritik di pertandingan pembuka, Ronaldo sekali lagi merespons dengan cara yang paling familiar. Dua golnya melawan Uzbekistan tidak hanya membantu Portugal menang 5-0, tetapi juga menegaskan satu hal: di usia 41 tahun, CR7 masih bisa membuat perbedaan di kotak penalti.
Sumber: https://znews.vn/ronaldo-chua-het-thoi-post1662710.html































































