![]() |
Ketel listrik adalah peralatan yang umum ditemukan di banyak rumah tangga, tetapi cara Anda memilih dan menggunakannya secara langsung memengaruhi konsumsi listrik. Foto: Shutterstock . |
Ketel listrik adalah peralatan rumah tangga yang hampir ada di setiap rumah. Berkat kemampuannya untuk merebus air dengan cepat dan fitur mati otomatis saat suhu yang diinginkan tercapai, perangkat ini secara signifikan menghemat waktu dalam menyiapkan minuman atau memasak sehari-hari.
Namun, jika pemilihan atau penggunaannya tidak tepat, konsumsi listrik dapat melebihi yang dibutuhkan.
Menurut pedoman penghematan energi EVN, ketel listrik memiliki konsumsi daya yang cukup tinggi, umumnya berkisar antara 600-1.500 W. Perusahaan tersebut merekomendasikan agar keluarga dengan sekitar dua orang hanya perlu memilih ketel dengan kapasitas kurang dari 1,5 liter. Untuk rumah tangga dengan 2-4 orang, model dengan kapasitas lebih dari 1,5 liter akan lebih sesuai.
Selain ketel listrik konvensional, pasar kini juga menawarkan pemanas air berinsulasi. Setiap jenis melayani kebutuhan yang berbeda. Ketel listrik cocok untuk keluarga yang hanya perlu merebus air dalam waktu singkat lalu menuangkannya untuk digunakan. Sementara itu, pemanas air berinsulasi dapat mempertahankan suhu dalam waktu lama, cocok untuk keluarga yang sering membutuhkan air panas untuk membuat teh, menyiapkan susu, atau untuk digunakan beberapa kali sehari.
Pengguna juga harus memperhatikan bahan produk. Model yang terbuat dari baja tahan karat, kaca, atau bahan tahan panas berkualitas tinggi umumnya lebih tahan lama dan lebih mudah dibersihkan selama penggunaan.
![]() |
Bahan yang digunakan untuk bodi dan bagian dalam ketel memengaruhi daya tahan, retensi panas, dan keamanannya selama penggunaan jangka panjang. Foto: Shutterstock. Mungkin Anda juga suka |
Faktor lain yang sering dipertimbangkan adalah daya listrik. Semakin tinggi daya, semakin singkat waktu mendidihnya. Namun, ini tidak selalu berarti alat tersebut akan lebih hemat energi dalam semua kasus. Alih-alih hanya melihat daya listrik, pengguna harus mempertimbangkan kecepatan mendidih, kapasitas, dan kebutuhan rumah tangga yang sebenarnya.
Selain memilih produk yang tepat, pola penggunaan sehari-hari juga secara langsung memengaruhi konsumsi listrik.
EVN menyarankan agar pengguna hanya merebus air secukupnya. Merebus air hingga penuh padahal hanya menggunakan sebagian saja tidak hanya meningkatkan konsumsi listrik tetapi juga menyebabkan alat tersebut beroperasi lebih lama.
Saat merebus air, pastikan tutup ketel tertutup rapat untuk meminimalkan kehilangan panas. Langkah sederhana ini membantu air mencapai titik didih lebih cepat dan mengurangi waktu pengoperasian alat.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah Anda tidak boleh meletakkan ketel di tempat yang terkena langsung hembusan angin kencang dari kipas angin atau AC. Arus udara dingin dapat meningkatkan kehilangan panas, menyebabkan ketel membutuhkan waktu lebih lama untuk merebus air.
Pengguna juga harus membersihkan ketel mereka secara teratur untuk menghilangkan penumpukan kerak di bagian bawah. Menurut EVN, penumpukan kerak dalam jangka panjang mengurangi efisiensi perpindahan panas, menyebabkan alat tersebut mengonsumsi lebih banyak listrik untuk mencapai suhu yang sama.
![]() |
Pembersihan kerak secara teratur meningkatkan efisiensi perpindahan panas, memperpendek waktu mendidih, dan mengurangi pemborosan energi. Foto: Shutterstock. |
Selain itu, Anda tidak boleh merebus air berulang kali dalam waktu singkat. Pengoperasian terus-menerus menyebabkan elemen pemanas menjadi terlalu panas, yang memengaruhi masa pakai perangkat dan menimbulkan potensi risiko keselamatan.
Meskipun hanya digunakan dalam waktu singkat setiap kali, ketel listrik tetap memberikan kontribusi yang signifikan terhadap konsumsi listrik rumah tangga. Memilih kapasitas yang tepat, merebus air secukupnya, dan menjaga rutinitas pembersihan secara teratur adalah cara sederhana untuk mengurangi biaya listrik tanpa mengorbankan kenyamanan sehari-hari.
Sumber: https://znews.vn/sai-lam-sieu-ton-dien-voi-am-dun-nuoc-sieu-toc-post1663018.html











