
Pada tanggal 15 Mei di Da Nang, Samsung Vietnam, bekerja sama dengan Pusat Inovasi Nasional (NIC), mengadakan upacara peluncuran kompetisi Samsung Solve for Tomorrow 2026 di wilayah Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari serangkaian roadshow untuk mengimplementasikan kompetisi di ketiga wilayah (Utara, Tengah, dan Selatan) guna memperluas akses pendidikan STEM bagi siswa SMP dan SMA di seluruh negeri.
Tahun ini, kompetisi berfokus pada tiga tema: pembangunan lingkungan berkelanjutan melalui teknologi; menggabungkan olahraga dan teknologi untuk perubahan sosial; dan menerapkan teknologi untuk pembangunan sosial berkelanjutan. Tim akan mengembangkan ide-ide di bawah bimbingan guru, dengan tujuan menciptakan solusi yang memiliki aplikasi praktis di komunitas lokal mereka.
Menurut penyelenggara, setelah upacara peluncuran nasional di Hanoi pada bulan April, program ini telah diimplementasikan di lebih dari 13 provinsi dan kota. Penyelenggara juga telah mengadakan lebih dari 20 lokakarya di sekolah-sekolah untuk membimbing siswa dalam mengembangkan ide, mendekati pemikiran desain, dan membangun proyek teknologi.
Seiring dengan kegiatan tatap muka, program ini juga menyelenggarakan sesi pelatihan daring di hampir 300 lokasi di seluruh negeri untuk mendukung guru dan siswa dalam mendaftar kursus, mengirimkan tugas, dan menyelesaikan proyek kompetisi mereka.

Menurut Bapak Noh Seung Woo, Direktur Tanggung Jawab Sosial Perusahaan di Samsung Vietnam, Samsung Solve for Tomorrow bukan hanya kompetisi teknologi, tetapi juga "wadah inovasi" di mana siswa dapat menerapkan pengetahuan STEM untuk memecahkan masalah praktis dalam kehidupan.
"Setiap tahun, kita menyaksikan banyak ide inovatif dan kematangan yang jelas dalam pemikiran teknologi para siswa. Hal ini memperkuat keyakinan kami pada potensi generasi muda Vietnam," katanya.

Tahun 2026 juga menandai pertama kalinya program ini diimplementasikan bekerja sama dengan NIC. Menurut Ibu Tan Anh, kepala Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia di NIC, kombinasi antara lembaga manajemen, bisnis, dan sekolah diharapkan dapat menciptakan model kerja sama yang efektif dalam mempromosikan pendidikan STEM dan mengembangkan sumber daya manusia di bidang teknologi.
“Samsung membawa pengalaman internasional dan sumber daya bisnis, sementara NIC berperan sebagai penghubung dalam ekosistem inovasi nasional. Kemitraan ini akan membantu kompetisi ini menyebar lebih luas kepada para siswa di seluruh negeri,” katanya.

Bapak Tran Nguyen Minh Thanh, Wakil Direktur Dinas Pendidikan dan Pelatihan Da Nang, menilai bahwa kompetisi ini tidak hanya membantu siswa menampilkan kemampuan kreatif mereka, tetapi juga menciptakan lingkungan untuk mempraktikkan keterampilan teknologi dan pemikiran pemecahan masalah dalam konteks transformasi digital.
Samsung Solve for Tomorrow diinisiasi oleh Samsung secara global pada tahun 2010 dan diluncurkan di Vietnam pada tahun 2019. Hingga saat ini, program ini telah menjadi ajang tahunan bagi siswa berusia 12 hingga 18 tahun yang menyukai teknologi dan inovasi.
Tahun ini, selain penghargaan untuk tim-tim berprestasi, Samsung juga mensponsori Laboratorium STEM senilai $60.000 untuk sekolah dengan tim juara pertama di setiap kategori kompetisi. Sekolah-sekolah yang meraih juara kedua akan dilengkapi dengan papan tulis interaktif untuk mendukung kegiatan pembelajaran dan penelitian teknologi di sekolah.
Sumber: https://daibieunhandan.vn/samsung-phat-dong-san-choi-stem-cho-hoc-sinh-mien-trung-10417084.html










Komentar (0)