Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Di balik layar: Apa yang dilakukan para WAG (istri dan pacar pemain sepak bola) saat pergi ke Piala Dunia?

Mereka tidak hanya duduk di tribun melambaikan tangan ke kamera. Bagi banyak pemain, WAG (istri dan pacar pemain) adalah sumber dukungan moral; bagi media, mereka adalah cerita di balik layar; dan bagi penggemar, mereka menawarkan perspektif yang sangat berbeda tentang Piala Dunia.

Báo Quốc TếBáo Quốc Tế21/05/2026

Di Piala Dunia, kamera tidak hanya terfokus pada lapangan. Terkadang, lambaian tangan dari tribun, pakaian yang mencolok, pelukan setelah pertandingan, atau bahkan foto seorang anak yang mengenakan jersey ayahnya sudah cukup untuk menimbulkan kehebohan di media sosial. Itulah dunia WAGs, istilah yang digunakan media untuk istri dan pacar para pemain terkenal.

Namun, apa sebenarnya yang dilakukan para WAG (istri dan pacar pemain sepak bola) di Piala Dunia? Jawabannya jauh lebih menarik daripada gambaran yang biasa kita lihat: berpakaian modis, duduk di kursi VIP, dan bersorak.

Sau ánh đèn sân cỏ: các WAG làm gì khi đến World Cup?
WAGs tidak hanya duduk di tribun dan melambaikan tangan ke kamera.

Pertama dan terpenting, mereka adalah "sistem pendukung mobile". Bagi banyak pemain, Piala Dunia adalah turnamen paling menegangkan dalam karier mereka. Pesan sebelum pertandingan, makan bersama keluarga setelah latihan, atau kehadiran orang-orang terkasih di tribun dapat membantu pemain menjaga keseimbangan mental mereka. Di Qatar 2022, gambar Lionel Messi merayakan kejuaraan bersama Antonela Roccuzzo dan anak-anak mereka menjadi salah satu momen paling emosional dalam turnamen tersebut. Itu bukan hanya kemenangan bagi seorang superstar, tetapi juga momen ketika keluarga tersebut membuat sejarah sepak bola.

Oleh karena itu, WAGs lebih dari sekadar "rekan dalam kejahatan." Mereka adalah bagian integral dari kehidupan para bintang yang sering dilihat melalui kacamata prestasi. Ketika para pemain menang, mereka ikut merasakan kegembiraan. Ketika para pemain kalah, mereka menyaksikan momen-momen tersulit di balik layar.

Namun, WAGs juga merupakan "tokoh media" sejati. Georgina Rodríguez, pasangan Cristiano Ronaldo, selalu menarik perhatian setiap kali ia muncul, seperti sebuah acara mode kecil. Antonela Roccuzzo, di sisi lain, menciptakan sensasi yang berbeda: bijaksana, berorientasi keluarga, tidak terlalu mencolok, namun selalu dicari oleh media. Kontras ini menjadikan dunia WAGs sebagai "panggung sampingan" yang menarik di samping lapangan sepak bola.

Piala Dunia 2026 berpotensi menjadikan panggung tersebut lebih besar lagi. Ini akan menjadi Piala Dunia pertama yang diadakan di tiga negara – Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat – dengan 48 tim dan 104 pertandingan. Skala yang lebih besar ini berarti perjalanan yang lebih panjang bagi tim, keluarga pemain, dan penggemar, dengan lebih banyak pemberhentian dan lebih banyak cerita di balik layar.

Sau ánh đèn sân cỏ: WAG làm gì khi đến World Cup?

Bagi WAGs (istri dan pacar pemain sepak bola), ini bukan hanya tentang membeli tiket dan datang ke tribun. Mereka mungkin harus merencanakan perjalanan lintas kota, beradaptasi dengan zona waktu, iklim, keamanan, dan jadwal latihan serta pertandingan yang padat. Hari Piala Dunia bisa dimulai dengan mengurus anak-anak, mengajak keluarga jalan-jalan, menyiapkan pakaian mereka untuk pertandingan, dan kemudian setelah pertandingan, menghadapi berbagai emosi: merayakan kemenangan, menghibur kekalahan, dan dengan cemas menunggu pertandingan berikutnya setelah hasil imbang.

Sebagian memilih untuk tampil memukau, mengubah tribun menjadi panggung peragaan busana mini. Sebagian lainnya menjaga jarak, membatasi perhatian media dan hanya muncul pada saat-saat yang diperlukan. Kate Kane, istri Harry Kane, sering disebut sebagai contoh sistem pendukung yang teguh dan bersahaja. Sementara itu, WAGs yang lebih muda seperti Sasha Attwood dan Tolami Benson lebih akrab dengan media sosial, mode, dan membangun citra pribadi modern.

Faktanya, Piala Dunia juga merupakan tempat bagi WAGs (istri dan pacar pemain sepak bola) untuk "membangun merek mereka." Foto di tribun, tas, gaya rambut, cerita di balik layar dapat dengan cepat menjadi viral. Bagi mereka yang sudah menjadi model, pengusaha wanita, influencer, atau artis, turnamen ini adalah kesempatan untuk memperluas pengaruh mereka. Tetapi ini juga disertai dengan tekanan: setiap ekspresi dapat diteliti, setiap pilihan pakaian dapat menjadi topik diskusi.

Sau ánh đèn sân cỏ: WAG làm gì khi đến World Cup?

Sejarah WAGs (istri dan pacar pesepakbola) di Piala Dunia pernah memiliki "masa keemasan" yang sangat meriah: Baden-Baden 2006. Pada saat itu, para WAGs tim Inggris, seperti Victoria Beckham, Cheryl dan Coleen Rooney, hampir mengubah kota resor Jerman itu menjadi pusat perhatian media. Mereka berbelanja, menghadiri pesta, dan sering muncul di tabloid. Sejak saat itu, konsep WAG menjadi bagian dari budaya sepak bola populer.

Namun, WAG (istri dan pacar pemain sepak bola) masa kini sangat berbeda. Mereka lebih berhati-hati, lebih pandai mengendalikan citra mereka, dan tidak ingin hanya dianggap sebagai "aksesori" bagi pemain mereka. Banyak yang memiliki karier sendiri, tim media sendiri, dan merek sendiri. Jika WAG tahun 2006 adalah era paparazzi dan tabloid, WAG modern adalah era Instagram, TikTok, podcast, mode, dan bisnis pribadi.

Yang paling menarik adalah mereka juga memiliki "aturan tak tertulis." Anda tidak bisa bertemu para pemain kapan saja. Mereka tidak bisa hadir di setiap pertandingan. Beberapa tim mengatur urusan keluarga, hotel, dan waktu kunjungan dengan sangat ketat untuk menghindari dampak pada performa mereka. Oleh karena itu, di balik foto-foto glamor tersebut terdapat jadwal yang direncanakan dengan cermat.

Di Piala Dunia 2026, "aturan tak tertulis" ini mungkin akan menjadi lebih jelas. Karena turnamen ini berlangsung di tiga negara, keluarga pemain mungkin tidak mengikuti seluruh perjalanan, tetapi memilih untuk menghadiri pertandingan-pertandingan penting. Beberapa WAG (istri dan pacar pemain) mungkin hanya muncul di babak gugur; yang lain mungkin menemani para pemain dari babak penyisihan grup untuk memberikan rasa stabilitas.

Para WAG (istri dan pacar pemain) juga berkontribusi pada "nuansa yang lebih lembut" dari Piala Dunia. Mereka membawa warna bendera, jersey, anak-anak mereka, keluarga, dan emosi sehari-hari ke dalam acara yang pada dasarnya taktis dan penuh tekanan. Berkat mereka, para pemain bukan hanya orang-orang yang berlari di lapangan, tetapi juga tampak sebagai suami, ayah, dan pasangan — lebih mudah didekati dan lebih manusiawi.

Sau ánh đèn sân cỏ: WAG làm gì khi đến World Cup?

Namun, penting juga untuk bersikap adil: WAG (istri dan pacar pemain sepak bola) tidak seharusnya sepenuhnya bertanggung jawab atas kemenangan dan kekalahan. Dahulu, sepak bola sering menyalahkan kehadiran istri atau pacar pemain setiap kali tim kalah. Perspektif itu terlalu menyederhanakan sepak bola dan tidak adil bagi perempuan. Sebuah tim kalah karena taktik, performa, kebugaran, karakter, dan banyak faktor lainnya—bukan karena anggota keluarga pemain yang duduk di tribun.

Sebaliknya, kehadiran WAGs (istri dan pacar pemain) juga membantu mendekatkan Piala Dunia kepada masyarakat umum. Tidak semua orang memahami formasi taktis atau tekanan tinggi, tetapi banyak yang terpikat oleh kisah keluarga, mode, momen di balik layar, dan sorotan pasca pertandingan. Itulah mengapa platform media sosial sering memasukkan WAGs ke dalam "konten Piala Dunia" mereka.

Jadi, apa yang dilakukan WAGs (istri dan pacar pemain sepak bola) saat pergi ke Piala Dunia? Mereka menyemangati, mengurus anak-anak mereka, menjaga semangat para pemain, bertemu teman, mengelola citra mereka, berpartisipasi dalam kegiatan di pinggir lapangan, membangun merek mereka, dan terkadang menjadi pusat perhatian yang tak kalah menariknya dengan bintang sepak bola itu sendiri.

Di Piala Dunia 2026, dengan sepak bola yang berlangsung di tiga negara dan jutaan penggemar membanjiri Amerika Utara, dunia WAGs (istri dan pacar pemain sepak bola) pasti akan mendapatkan perhatian lebih. Bukan hanya karena gaun atau foto mereka di tribun, tetapi karena mereka mewakili dunia nyata di balik layar sepak bola: di mana ada keluarga, tekanan, cinta, media, ketenaran, dan kisah-kisah yang tidak pernah tercatat di papan skor.

Jika Piala Dunia adalah panggung terbesar dalam sepak bola, maka WAGs (istri dan pacar pemain) adalah tontonan paling berwarna di balik layar. Dan di Piala Dunia 2026, suasana di balik layar itu bisa jadi lebih besar, lebih ramai, dan lebih memikat dari sebelumnya.

Sumber: https://baoquocte.vn/sau-anh-den-san-co-cac-wag-lam-gi-khi-den-world-cup-396701.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Kebahagiaan keluarga

Kebahagiaan keluarga

Ruang kelas di Pulau Barat (Kepulauan Spratly)

Ruang kelas di Pulau Barat (Kepulauan Spratly)

Ritual doa untuk perdamaian dalam festival KaTe

Ritual doa untuk perdamaian dalam festival KaTe