Banyak orang masih percaya bahwa Argentina memenangkan Piala Dunia 2022 terutama berkat Lionel Messi.
Namun pada kenyataannya, kekuatan terbesar Argentina di bawah Lionel Scaloni terletak pada semangat kolektif, keseimbangan taktik, dan kemampuan untuk beradaptasi dengan sangat cepat terhadap lawan mana pun.
Menjelang Piala Dunia 2026, Argentina tidak lagi sepenuhnya bergantung pada Messi seperti di Qatar. Tim ini memiliki kedalaman skuad yang lebih baik, pemain muda di banyak posisi, dan memiliki banyak pemain yang berada di puncak karier mereka.
Namun, mereka juga menghadapi tantangan besar: bagaimana mempertahankan keinginan mereka untuk menang setelah meraih semua gelar.


Jadwal Piala Dunia 2026 dalam zona waktu Vietnam: Saksikan semua 104 pertandingan.
Piala Dunia 2026 akan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, menampilkan 48 tim, 104 pertandingan, dan format baru yang paling menarik dalam sejarah.
Argentina 2022: Tim yang penuh emosi, semangat, dan Messi dalam performa terbaiknya.
Piala Dunia 2022 merupakan turnamen yang hampir sempurna bagi Lionel Messi.
Superstar Argentina itu mencetak 7 gol, memberikan 3 assist, dan menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mencetak gol di setiap babak knockout Piala Dunia yang sama.
Namun, kemenangan Argentina dalam kejuaraan tersebut bukan semata-mata berkat Messi.
Ini adalah kepemilikan bersama:
- Emiliano Martinez sedang dalam performa yang luar biasa.
- Cristian Romero menciptakan pertahanan yang kokoh.
- Enzo Fernandez muncul sebagai kejutan terbesar di turnamen tersebut.
- Rodrigo De Paul berperan sebagai "paru-paru" lini tengah.
- Julian Alvarez menghasilkan energi pressing yang luar biasa.
Scaloni membangun tim yang sangat pragmatis pada saat itu: permainan yang fleksibel, tekanan yang kuat, transisi cepat, dan terutama tangguh di bawah tekanan tinggi.
Mengapa Argentina 2026 bisa lebih berbahaya?
Kesalahpahaman umum adalah bahwa Argentina pada tahun 2026 akan lebih lemah karena Messi semakin tua.
Faktanya, skuad Argentina saat ini memiliki kedalaman yang lebih baik di banyak posisi dibandingkan saat Piala Dunia 2022.
Pada tahun 2022, Argentina sangat bergantung pada inspirasi Messi dan sekelompok pemain kunci berpengalaman seperti Di Maria dan Otamendi.
Pada tahun 2026, Scaloni membangun tim dengan arah sebagai berikut:
- Ketergantungan pribadi yang lebih rendah
- Kecepatan transisi keadaan yang lebih tinggi
- Lini tengahnya lebih muda dan lebih lincah.
- Opsi serangan yang lebih beragam
Talenta muda seperti Nico Paz, Claudio Echeverri, Franco Mastantuono, dan Thiago Almada membawa energi baru bagi Argentina.
Sementara itu:
- Enzo Fernandez sedang memasuki puncak kariernya.
- Mac Allister telah membuat kemajuan luar biasa di Liverpool.
- Julian Alvarez telah menjadi striker yang lebih komplet.
- Romero termasuk di antara bek tengah terbaik di dunia.
Argentina pada tahun 2026 mungkin tidak lagi memiliki skuad yang bergantung pada Messi seperti Qatar, tetapi mereka akan memiliki tim yang jauh lebih seimbang.
Kekuatan terbesar Argentina di tahun 2026
1. Lini tengah lebih kuat dibandingkan Piala Dunia 2022.
Jika pada tahun 2022 Enzo Fernandez hanyalah seorang pemain muda berbakat, kini ia adalah pemimpin lini tengah Chelsea.
Mac Allister juga membuat kemajuan besar dalam kemampuannya mengontrol tempo dan menghindari tekanan lawan.
Saat ini Argentina memiliki gelandang kreatif yang jauh lebih banyak daripada Qatar pada tahun 2022.
2. Skuad dengan kedalaman yang lebih baik.
Scaloni memiliki banyak pilihan berkualitas untuk anak-anak kecil:
- Nico Paz
- Mastantuono
- Echeverri
- Almada
Hal ini memberikan Argentina fleksibilitas taktis yang jauh lebih besar dibandingkan tahun 2022.
3. Pola Pikir Sang Juara
Setelah memenangkan Piala Dunia dan dua gelar Copa America berturut-turut, Argentina memasuki turnamen dengan moral yang sangat stabil.
Namun, Argentina 2026 juga memiliki banyak kekhawatiran.
Messi sudah tidak lagi berada di puncak kondisi fisiknya.
Messi genap berusia 38 tahun dan kekhawatiran tentang cedera otot baru-baru ini muncul menjelang Piala Dunia.
Bahkan Scaloni mengakui bahwa Argentina perlu mempersiapkan diri untuk skenario di mana Messi tidak dapat bermain dengan intensitas yang sama seperti pada tahun 2022.
Lini pertahanan mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan.
Otamendi jauh lebih tua, sementara Argentina belum menemukan generasi penerus yang stabil di beberapa posisi pertahanan.
Tekanan untuk mempertahankan gelar.
Piala Dunia sangat berbeda dengan babak kualifikasi atau Copa America.
Argentina bukan lagi penantang — mereka adalah tim yang harus dikalahkan.
Solusi praktis yang perlu diambil Argentina jika ingin mempertahankan gelar mereka.
| Masalah | Apa yang perlu dilakukan Argentina? |
|---|---|
| Messi kewalahan. | Kurangi durasi pertandingan babak penyisihan grup. |
| Pertahanan terhadap penuaan | Tingkatkan tekanan dari lini tengah. |
| Kurangnya amplitudo | Gunakan lebih banyak pemain muda. |
| Ketergantungan emosional | Pertahankan pragmatisme tahun 2022. |
| Tekanan media | Jaga ketertiban di ruang ganti. |
"Aspek paling menakutkan dari Argentina saat ini bukanlah Messi lagi, tetapi kenyataan bahwa mereka telah menjadi tim yang tahu bagaimana menang dalam situasi apa pun." — Sebuah penilaian dari media Amerika Selatan menjelang Piala Dunia 2026.
Akankah Argentina pada tahun 2026 lebih kuat daripada juara tahun 2022?
Jika kita hanya mempertimbangkan emosi, karakter, dan performa puncak Messi, Argentina 2022 tetap lebih istimewa.
Namun jika Anda melihat kedalaman skuad, kemungkinan rotasi, dan kualitas pemain muda, Argentina pada tahun 2026 akan menjadi tim yang lebih seimbang.
Masalah terbesar bukanlah terletak pada keahlian.
Pertanyaan sebenarnya adalah apakah mereka mampu mempertahankan "semangat untuk menang" yang sama seperti yang mereka tunjukkan di Qatar.

Sumber: https://baolaocai.vn/argentina-2026-manh-hon-hay-yeu-hon-doi-vo-dich-world-cup-2022-post900536.html







Komentar (0)