Pada tanggal 16 Juni, di Universitas Bahasa Asing - Teknologi Informasi Kota Ho Chi Minh (HUFLIT), kompetisi pidato publik kewarganegaraan digital di era kecerdasan buatan (AI) (Blok Kompetisi 17, tahun akademik 2025-2026) berlangsung dengan tema "Kecerdasan Buatan dan Kewarganegaraan Digital". Kompetisi ini mempertemukan 8 tim dari berbagai universitas.
Selain sebagai platform akademik bagi mahasiswa, kompetisi ini juga membuka forum multifaset untuk bertukar pandangan tentang isu-isu penting di era digital, seperti penggunaan AI yang etis, privasi data, etika daring, keadilan sosial di era AI, dan pelestarian bahasa Vietnam dalam menghadapi gelombang teknologi global.

Panitia penyelenggara menganugerahkan hadiah pertama dalam kompetisi tersebut.
Tahun ini, tim-tim yang berkompetisi menyajikan berbagai perspektif aktual yang berputar di sekitar tema-tema seperti kejujuran linguistik dalam aplikasi AI, ketahanan warga digital dalam menghadapi "matriks algoritmik," siswa di era AI – pembelajaran cerdas atau ketergantungan teknologi, deepfake dan krisis kepercayaan di era digital, serta tantangan terhadap keadilan sosial dan perlindungan data pribadi.
Tim-tim tersebut berpartisipasi dalam dua babak kompetisi, termasuk pidato di depan umum, presentasi bakat, dan debat langsung. Selain pengetahuan profesional, kompetisi ini juga menekankan keterampilan berpikir kritis, kemampuan penalaran, kerja tim, dan kemampuan beradaptasi dengan tantangan masyarakat modern.
Setelah kompetisi yang meriah, tim dari HUFLIT memenangkan hadiah pertama berkat presentasi yang meyakinkan dan argumen yang kuat. Hadiah kedua diraih oleh Universitas Thu Dau Mot. Dua hadiah ketiga diberikan kepada Universitas Hoa Sen dan Universitas Van Lang. Empat tim menerima hadiah hiburan: Universitas Nguyen Tat Thanh, Universitas Teknologi Kota Ho Chi Minh, Universitas Ekonomi dan Teknologi Binh Duong, dan Universitas Binh Duong.
Menurut Profesor Madya Dr. Nguyen Ngoc Vu, Wakil Rektor HUFLIT, AI membuka banyak peluang pembangunan tetapi juga menimbulkan tuntutan baru terhadap kemampuan dan tanggung jawab setiap warga negara di era digital. Melalui kompetisi ini, universitas berharap dapat menciptakan forum bagi mahasiswa untuk memamerkan pengetahuan dan keterampilan berbicara di depan umum, sekaligus mengungkapkan pandangan dan tanggung jawab mereka tentang isu-isu sosial baru.
Pesan utama dari kompetisi ini adalah bahwa di era AI, nilai manusia tidak hanya terletak pada kemampuan mengakses data, tetapi juga pada kemampuan untuk mengajukan pertanyaan yang tepat, menganalisis dengan benar, membuat pilihan yang tepat, dan bertindak dengan benar. Inilah juga arah yang dikejar HUFLIT melalui kegiatan akademik, pengalaman praktis, dan koneksi bisnis untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan yang diperlukan untuk beradaptasi dengan perubahan cepat dalam masyarakat dan pasar tenaga kerja di era digital.
Sumber: https://nld.com.vn/sinh-vien-tranh-tai-hung-bien-cong-dan-so-196260616165410125.htm








