Informasi ini diposting oleh saluran Telegram "Crimean Wind".
Menurut laporan, serangan itu terjadi pada pukul 5:00 pagi tanggal 27 Mei, menyusul ancaman serangan pesawat tak berawak dan serangan udara ke udara di semenanjung yang dikuasai Rusia.
Pada saat yang sama, laporan tentang pengoperasian sistem pertahanan udara Rusia juga muncul.
Kira-kira satu jam setelah peringatan serangan udara dikeluarkan, penduduk setempat mulai memposting foto-foto asap yang mengepul dari markas sementara Armada Laut Hitam Rusia di koordinat 44.59296154705371, 33.51834929051848.
Menurut saluran Telegram "ChP/Simferopol", serangan itu dilakukan menggunakan rudal jelajah Storm Shadow.
Perlu dicatat bahwa serangan terhadap markas sementara tersebut terjadi setelah serangan langsung terhadap gedung utama Markas Komando Armada Laut Hitam Rusia di Sevastopol, Jalan Voronina 2, pada tanggal 22 September 2023.
Pada saat itu, Angkatan Udara Ukraina menembakkan beberapa rudal Storm Shadow dengan hulu ledak seberat 450 kg.
Menurut Pasukan Khusus Ukraina, para perwira senior hadir di markas besar pada saat serangan terjadi.
Serangan ini melumpuhkan sistem komando Armada untuk sementara waktu, karena bangunan tersebut berfungsi sebagai pusat utama komunikasi dan koordinasi operasi angkatan laut di Laut Hitam.
Kemudian terungkap kepada pers bahwa nama resmi operasi tersebut adalah "Operasi Jebakan Kepiting," yang bertujuan untuk melenyapkan seluruh struktur komando Armada Laut Hitam.
Gedung markas besar tersebut mengalami kerusakan yang sangat parah sehingga pihak Rusia mulai membongkar bagian-bagian yang tersisa pada Februari 2026, dan Komando tersebut saat ini menggunakan markas sementara.
Sumber: https://giaoducthoidai.vn/so-chi-huy-ham-doi-bien-den-o-crimea-cua-nga-bi-trung-ten-lua-storm-shadow-post779440.html









Komentar (0)