![]() |
Aplikasi verifikasi identitas ini saat ini memiliki lebih dari 65 juta akun aktif. Foto: Minh Khoi . |
Setelah tiga tahun pelaksanaan, hingga Juli, Proyek 06, yang menyetujui pengembangan aplikasi data tentang kependudukan, identifikasi, dan otentikasi elektronik untuk melayani transformasi digital nasional, telah mencapai banyak keberhasilan yang tak terduga. Pemerintah menyatakan bahwa pada dasarnya telah mencapai tujuan mendasar dan menyelesaikan lebih dari setengah tugas.
Dalam rancangan Resolusi tentang pengembangan warga digital, Kementerian Keamanan Publik menyatakan bahwa keberhasilan Proyek 06 dapat dilihat melalui tiga pilar transformasi digital: pemerintahan digital, ekonomi digital, dan masyarakat digital. Dalam konteks ini, aplikasi VNeID memainkan peran pendorong yang sangat penting.
Sejak Juli 2024, VNeID telah digunakan untuk masuk ke layanan publik daring dengan sekitar 425.000 login per hari. Portal Layanan Publik Nasional terus menunjukkan efisiensi operasional dengan hampir 4.500 (70,8%) prosedur administratif yang diimplementasikan secara daring.
Ekonomi digital Vietnam diproyeksikan mencapai 18,3% dari PDB pada tahun 2024, dengan tingkat pertumbuhan melebihi 20% per tahun, tercepat di Asia Tenggara. Khususnya terkait masyarakat digital, Kementerian Keamanan Publik melaporkan bahwa lebih dari 65 juta akun VNeID telah diaktifkan, melampaui target 40 juta dalam Proyek 06 sebesar 62,5%.
Selain itu, enam kelompok dokumen telah diunggah ke VNeID, termasuk 18,7 juta SIM dan 7 juta registrasi kendaraan. Angka penting lainnya meliputi 25% orang dewasa yang memiliki tanda tangan digital, 90% warga negara yang diasuransikan memiliki rekam medis elektronik, dan 100% rumah sakit umum, pusat medis, dan lembaga pendidikan tinggi yang menerapkan pembayaran tanpa uang tunai.
Hasil ini telah berkontribusi pada peningkatan signifikan Vietnam dalam Indeks Pengembangan E-Government (EGDI) PBB tahun 2024. Dengan demikian, Vietnam naik 15 peringkat dibandingkan tahun 2022, menempati peringkat ke-71 dari 193 negara anggota. Ini juga merupakan kali pertama negara kita berada di peringkat "Sangat Tinggi" dalam EGDI, peringkat tertinggi sejak berpartisipasi dalam penilaian pada tahun 2003.
Namun, pengembangan kewarganegaraan digital di Vietnam masih menghadapi beberapa keterbatasan. Meskipun memiliki sekitar 65 juta akun VNeID, pada semester pertama tahun 2025, hanya 1.919 dari 6.061 prosedur administratif, atau setara dengan 32%, yang telah sepenuhnya diimplementasikan secara nasional. Perlu dicatat, di antara prosedur yang telah sepenuhnya diimplementasikan, 82% tidak memerlukan pengajuan secara daring.
Rancangan resolusi tersebut berpendapat bahwa salah satu hambatan saat ini adalah kurangnya minat dan kepercayaan publik yang tulus terhadap manfaat transformasi digital. Kapasitas kewarganegaraan digital di Vietnam masih terbatas, yang menyebabkan kesenjangan antara potensi teknologi dan aksesibilitas serta penggunaan teknologi yang sebenarnya oleh masyarakat.
Banyak orang kekurangan keterampilan digital dasar, mulai dari penggunaan aplikasi dan perangkat lunak hingga keterampilan keamanan informasi. Sebuah laporan tahun 2024 dari Asosiasi Keamanan Siber Nasional menunjukkan bahwa, rata-rata, satu dari setiap 220 pengguna ponsel pintar di Vietnam menjadi korban penipuan daring, setara dengan angka 0,45%.
Untuk mengatasi keterbatasan ini, Kementerian Keamanan Publik mengusulkan agar Vietnam perlu menerbitkan dokumen hukum yang efektif untuk mendorong pengembangan kewarganegaraan digital. Dokumen-dokumen ini akan memperjelas hak dan kewajiban warga negara, serta tanggung jawab individu dan organisasi yang terlibat dalam pengembangan kewarganegaraan digital.
Sumber: https://znews.vn/so-luong-tai-khoan-vneid-la-bao-nhieu-post1613607.html







Komentar (0)