2.500 guru menulis surat permohonan untuk tidak mengikuti ujian kenaikan pangkat. (Foto ilustrasi - Sumber: Vietnamnet) |
Baru-baru ini, berita bahwa banyak guru di Hanoi mengirimkan surat kepada Departemen Pendidikan dan Pelatihan (DET), Departemen Dalam Negeri dan Komite Rakyat Hanoi yang menyatakan keinginan mereka untuk dipertimbangkan (tanpa harus mengikuti ujian) untuk promosi ke gelar profesional (CDNN) guru menarik perhatian publik.
Secara khusus, hampir 2.500 guru menulis surat yang menyatakan bahwa mereka akan dirugikan jika Hanoi menyelenggarakan ujian untuk mempromosikan guru, sementara di beberapa daerah lain guru dipertimbangkan untuk dipromosikan tanpa harus mengikuti ujian.
Bapak Tran Dinh Canh - Direktur Departemen Dalam Negeri Hanoi, mengatakan bahwa Departemen tersebut telah menerima surat dari guru-guru Hanoi.
"Saat ini, kami sedang menyusun daftar dinas, cabang, sektor, distrik, dan kabupaten yang telah mendaftar untuk perubahan peringkat CDNN. Namun, saat ini belum ada kebijakan untuk menyelenggarakan ujian atau mempertimbangkan kenaikan pangkat. Pelaksanaannya sesuai dengan Peraturan Pemerintah tentang Undang-Undang Kaderisasi dan Pegawai Negeri Sipil dan Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri ; belum ada perubahan," ujar Bapak Canh.
Bapak Canh menambahkan bahwa beliau memahami semangat Kementerian Pendidikan dan Pelatihan serta Kementerian Dalam Negeri yang sepakat untuk menghapuskan ujian kenaikan pangkat guru CDNN. Namun, menurut Bapak Canh, hal tersebut hanyalah sebuah kebijakan, dan saat ini belum ada perubahan sesuai dengan surat edaran Kementerian Dalam Negeri. Oleh karena itu, Kementerian Dalam Negeri Hanoi tidak dapat memutuskan ujian tersebut maupun pertimbangan kenaikan pangkat guru CDNN.
Terkait dengan hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan telah menginformasikan pengaturan tentang standar pembinaan Pegawai Negeri Sipil dan pembinaan pembinaan Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan ketentuan umum Peraturan Majelis Nasional dalam Undang-Undang tentang Pegawai Negeri Sipil Tahun 2010 serta Undang-Undang tentang Perubahan dan Penambahan Beberapa Pasal dalam Undang-Undang tentang Kaderisasi, Pegawai Negeri Sipil, dan Undang-Undang tentang Pegawai Negeri Sipil.
Pada saat yang sama, peraturan tersebut juga mengikuti instruksi rinci Pemerintah dalam Peraturan Pemerintah No. 115 tentang rekrutmen, penggunaan, dan manajemen pegawai negeri sipil. Kenaikan pangkat PNS dari jenjang yang lebih rendah ke jenjang yang lebih tinggi dalam bidang profesi yang sama dilakukan melalui pemeriksaan dan peninjauan.
Penyelenggaraan promosi CDNN melalui pemeriksaan atau pertimbangan di tingkat daerah merupakan kewenangan instansi atau unit yang berwenang menyelenggarakan pemeriksaan atau pertimbangan promosi CDNN sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kementerian Pendidikan dan Pelatihan tidak memiliki wewenang untuk menghapus peraturan tentang ujian kenaikan pangkat guru dan juga tidak memiliki wewenang untuk mengusulkan agar daerah menerapkan bentuk kenaikan pangkat yang seragam. Namun, menurut Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, usulan para guru untuk menghapus bentuk ujian kenaikan pangkat guru tersebut beralasan.
Kementerian Pendidikan dan Pelatihan juga menyatakan telah menerima dokumen yang meminta tanggapan dari Kementerian Dalam Negeri terkait penghapusan ujian kenaikan pangkat CDNN dalam rancangan peraturan perundang-undangan yang mengubah dan melengkapi sejumlah pasal dalam Peraturan Perundang-Undangan No. 115, dan Kementerian Pendidikan dan Pelatihan telah memberikan tanggapan tertulis yang menyetujui isi dokumen tersebut. Saat ini, Kementerian Dalam Negeri sedang mengimbau Pemerintah untuk menghapus ujian kenaikan pangkat CDNN.
Kementerian menganjurkan agar daerah, berdasarkan situasi praktis, mempertimbangkan dan memilih bentuk-bentuk yang tepat untuk menyelenggarakan promosi CDNN guru guna menciptakan kondisi yang kondusif dan memastikan teridentifikasinya guru-guru yang benar-benar layak untuk dipromosikan.
Sebelumnya, hampir 2.500 guru di Hanoi menulis surat yang menyatakan keinginan mereka untuk menghapus ujian promosi CDNN. Menurut mereka, promosi CDNN merupakan penghargaan, pengakuan, dan dorongan atas prestasi dan kontribusi guru, tetapi pelaksanaannya tidak konsisten antar daerah. Satu provinsi menyelenggarakan ujian, sementara daerah lain harus mengikuti ujian. |
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)