
Ini adalah kunjungan ketiga Mattia Nalin ke Da Nang untuk berpartisipasi dalam Festival Kembang Api Internasional Da Nang (DIFF). Setiap tahun, ia kagum dengan perkembangan kota ini. Baginya, setiap kunjungan kembali menunjukkan kemajuan yang lebih besar. Hal yang paling meninggalkan kesan positif pada Mattia Nalin adalah keramahan dan hospitalitas penduduk setempat.
Senada dengan pendapat tersebut, Robert Cameron Fairbanks, perwakilan tim kembang api Australia, mengatakan ini adalah kunjungan keduanya ke Da Nang. Setelah hampir seminggu di kota itu, ia dan anggota timnya menghabiskan waktu mengunjungi banyak tempat, menjelajahi kehidupan lokal, dan menikmati hidangan khas. “Bagi saya, semuanya di Da Nang luar biasa, mulai dari orang-orang yang ramah dan infrastruktur modern hingga suasana meriah yang semarak; semuanya meninggalkan kesan mendalam. Saya benar-benar mencintai tempat ini,” katanya.
Dalam kunjungan pertamanya ke Da Nang untuk menghadiri DIFF 2026, Bapak Patrick Thomas Reuter, kapten tim kembang api Jerman , sangat mengapresiasi profesionalitas penyelenggaraan festival tersebut. Beliau sangat terkesan dengan pengalaman menjelajahi beberapa tempat, mencoba makanan lokal, dan berjalan-jalan di jalanan. Setelah perjalanan ini, Bapak Patrick berharap dapat kembali ke Da Nang di masa mendatang karena masih banyak hal menarik yang belum sempat beliau temukan.
Sementara itu, Andre Macedo, kapten tim kembang api Portugal, mengatakan bahwa sejak kunjungan pertamanya ke Da Nang untuk berpartisipasi dalam DIFF 2025, Da Nang meninggalkan kesan yang sangat positif padanya dan dengan cepat menjadi salah satu destinasi favoritnya. Menurutnya, Da Nang menonjol karena semangat inovatifnya, rasa hormat terhadap sesama, dan pemandangan alam yang menarik. Bagi mereka yang menyukai perjalanan dan eksplorasi, ini adalah destinasi yang layak untuk dikunjungi.
Bagi banyak tim internasional, DIFF adalah kesempatan untuk mempelajari lebih lanjut tentang kota tuan rumah dan membawa pulang cerita dari Da Nang. Selama berada di kota tersebut, kuliner lokal merupakan pengalaman yang sering disebutkan oleh banyak anggota tim.

Dan pengalaman-pengalaman ini berkontribusi dalam menciptakan citra Da Nang sebagai kota yang dinamis, modern, namun tetap akrab dan kaya akan identitas budaya. Bapak Ye Zhi Chao, manajer teknis tim Makau (Tiongkok), sangat terkesan dengan antusiasme masyarakat setempat dan staf pendukung. “Selama pembangunan dan persiapan untuk kompetisi, anggota tim menerima banyak dukungan dari masyarakat setempat. Itu membuat kami merasa sangat hangat,” ujarnya.
DIFF memainkan peran penting dalam mengangkat citra Da Nang di peta acara internasional. Bapak Naganuma Keisuke, dari tim kembang api Jepang, percaya bahwa DIFF bukan hanya kompetisi profesional; festival ini juga berkontribusi untuk meningkatkan posisi tim peserta di kancah internasional. Sementara itu, Bapak Andre Macedo menilai DIFF sebagai peluang besar untuk mempromosikan citra kota ini ke dunia. Acara ini membantu menghormati nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh Da Nang, seperti inovasi, keindahan, seni, dan visi.
Melalui berbagai musim kembang api, Da Nang telah menjadi familiar bagi Ibu Nadia Sharika Wong, CEO Global 2000 Company dan Penasihat Juri DIFF. Ibu Nadia percaya bahwa yang membuat Da Nang berbeda bukan hanya terletak pada pertunjukan kembang api yang memukau di atas Sungai Han, tetapi juga pada visi jangka panjangnya untuk mengembangkan ekosistem festival, pariwisata, dan budaya.
Ibu Nadia percaya bahwa dengan arah ini, DIFF akan terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu festival kembang api terkemuka di dunia, sekaligus berkontribusi menjadikan Da Nang sebagai destinasi penting di peta pariwisata internasional. Kisah-kisah yang diceritakan oleh anggota tim kembang api setelah setiap musim festival adalah bukti paling jelas dari meningkatnya daya tarik Da Nang.
Sumber: https://baodanang.vn/suc-hut-cua-da-nang-3342060.html







