
Televisi OLED menawarkan tampilan yang tajam dan efisiensi energi (Foto: ST).
Meskipun banyak model TV arus utama mengalami penyesuaian harga sepanjang siklus hidup produknya, TV OLED umumnya tetap berada di segmen harga yang lebih tinggi, dengan perbedaan harga yang signifikan dibandingkan dengan TV LCD tradisional.
Fakta ini menimbulkan pertanyaan tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap tingginya biaya produksi dan harga jual panel OLED.
Proses produksinya kompleks dan berisiko tinggi.
Faktor kuncinya terletak pada proses pembuatan substrat.
Berbeda dengan LCD yang menggunakan sistem lampu latar dengan beberapa lapisan penyaring cahaya, teknologi OLED mengandalkan material organik yang memancarkan cahaya sendiri. Proses pengendapan lapisan material ini membutuhkan lingkungan manufaktur yang terkontrol ketat dan presisi yang sangat tinggi.
Bahkan penyimpangan kecil dalam proses manufaktur atau satu partikel debu ultrahalus dapat membuat substrat tidak memenuhi standar. Oleh karena itu, persentase produk jadi yang memenuhi persyaratan menjadi faktor penting yang secara langsung memengaruhi biaya produksi.
Berdasarkan angka yang dipublikasikan, pada tahun 2022, tingkat produksi panel QD-OLED Samsung mencapai sekitar 68%. Ketika angka ini meningkat menjadi sekitar 84% pada tahun 2023, biaya produksi panel OLED 65 inci yang baru kemungkinan akan menurun secara signifikan.
Situasi serupa terjadi pada LG Display. Meskipun telah mengoptimalkan banyak tahapan dalam lini produksi, produsen ini masih harus menanggung biaya tetap yang besar untuk sistem produksinya, bahkan ketika pabrik tidak beroperasi dengan kapasitas penuh.
Selain itu, biaya meningkat seiring dengan ukuran layar. Pada panel dasar 8,5 inci yang sama, jauh lebih sedikit layar besar yang dapat dibuat dibandingkan dengan ukuran yang lebih kecil. Hal ini membuat model OLED yang sangat besar, seperti 97 inci, dijual dengan harga puluhan ribu dolar.
Perbedaan dalam pengalaman tampilan
Harga OLED yang tinggi disertai dengan karakteristik tampilan yang berbeda dibandingkan dengan LCD.
Berkat kemampuannya mengontrol setiap piksel secara individual, TV OLED memiliki keunggulan yang berbeda dalam hal kontras dan kemampuan menampilkan area gelap. Sementara itu, TV LCD masih bergantung pada sistem lampu latar, sehingga dalam beberapa situasi tampilan, kebocoran cahaya melalui area yang tidak diinginkan tidak dapat dihindari.

OLED bukanlah pilihan yang tepat untuk setiap kebutuhan (Foto: ST).
OLED juga memiliki waktu respons yang cepat, yang membantu mengurangi keburaman pada adegan bergerak cepat seperti olahraga atau permainan video. Ini adalah poin yang menarik bagi banyak pengguna, meskipun pada kenyataannya, LCD kelas atas saat ini juga telah mengalami peningkatan signifikan dalam aspek ini.
Selain itu, kemajuan seperti teknologi susunan lensa mikro (MLA) membantu TV OLED meningkatkan kecerahan, sehingga memperluas kegunaannya di lingkungan yang lebih terang dibandingkan generasi sebelumnya.
Kapan Anda harus mempertimbangkan TV OLED?
Terlepas dari banyak keunggulannya, OLED bukanlah pilihan yang tepat untuk setiap kebutuhan.
Di ruang hiburan rumah, di mana pengguna memprioritaskan kualitas gambar saat menonton film atau konten beresolusi tinggi, OLED adalah pilihan yang layak jika anggaran memungkinkan.
Sebaliknya, dengan biaya yang sama, TV LCD biasanya menawarkan ukuran layar yang lebih besar. Bagi keluarga yang memprioritaskan ukuran layar atau menggunakan TV untuk berbagai keperluan, LCD tetap menjadi pilihan yang lebih ekonomis .
Di lingkungan publik seperti kafe, pusat kebugaran, atau tempat-tempat di mana TV perlu beroperasi terus menerus dengan konten statis, LCD juga dianggap lebih cocok karena daya tahannya dan kemampuannya untuk mempertahankan kecerahan yang stabil dalam jangka waktu lama.
Keterbatasan yang perlu dipertimbangkan
Terlepas dari keunggulannya dalam kualitas tampilan, OLED masih memiliki keterbatasan tertentu.
Meskipun layar OLED memiliki peningkatan kecerahan maksimum berkat teknologi baru seperti MLA, layar ini masih kesulitan mempertahankan tingkat kecerahan tinggi dalam jangka waktu lama dibandingkan dengan LCD yang menggunakan lampu latar Mini LED. Di lingkungan dengan banyak cahaya alami atau saat menonton TV di siang hari, keunggulan LCD ini tetap cukup menonjol.
Meskipun fenomena burn-in gambar lebih terkontrol oleh produsen dibandingkan generasi sebelumnya, pada dasarnya teknologi OLED masih identik dengan hal ini. Dalam kasus penggunaan spesifik seperti menampilkan konten statis dalam jangka waktu lama atau sebagai tampilan iklan, LCD umumnya dianggap sebagai pilihan yang lebih aman dan tahan lama.
Dari segi biaya, perbedaan antara OLED dan LCD kelas atas bukan hanya terletak pada harga pembelian awal. LCD Mini LED saat ini menawarkan kualitas tampilan yang tinggi, cukup untuk sebagian besar kebutuhan pengguna dalam menonton film, olahraga, dan bermain game, sementara harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan layar lain dengan ukuran yang sama.
Terakhir, siklus hidup teknologi juga merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan. Dengan pesatnya inovasi di industri tampilan, tidak semua pengguna akan dapat sepenuhnya memanfaatkan keunggulan OLED sebelum generasi teknologi baru muncul.
Sumber: https://dantri.com.vn/cong-nghe/tai-sao-tv-oled-luon-dat-do-20260202121801829.htm






Komentar (0)