Situasi semakin memburuk ketika pihak berwenang menerima rekaman audio yang diberikan oleh para guru. Isi rekaman tersebut mengungkapkan bahwa izin mengajar di sekolah tersebut tidak sepenuhnya didasarkan pada kompetensi profesional atau posisi pekerjaan, tetapi menunjukkan tanda-tanda adanya pengaruh dari kesepakatan "terselubung" di luar peraturan...
Belakangan ini, "penyimpangan" dari standar etika di kalangan guru bukan lagi kejadian langka, yang mencoreng citra pendidik. Pelanggaran ini tidak hanya merusak masa depan siswa tetapi juga mengikis kepercayaan publik, memaksa sektor pendidikan untuk terus meninjau dan menyingkirkan individu yang tidak memenuhi syarat dari lingkungan pengajaran.
Meskipun Kementerian Pendidikan dan Pelatihan telah mengeluarkan banyak surat edaran yang menetapkan standar etika yang komprehensif dan konsisten bagi guru dari prasekolah hingga universitas, seperti: menjaga kualitas, reputasi, dan kehormatan profesi guru; memiliki semangat solidaritas, rasa hormat, dan kerja sama dengan rekan kerja; memiliki rasa empati dan memperlakukan siswa secara adil dan pantas; melindungi hak dan kepentingan sah siswa, rekan kerja, dan masyarakat; menerapkan prinsip hemat, memerangi korupsi dan pemborosan; berdedikasi dan berkomitmen pada profesi; dan mematuhi kode etik guru… Perubahan positifnya adalah standar etika saat ini secara jelas mencerminkan semangat menempatkan peserta didik sebagai pusat perhatian.
Sebelumnya, ketika membahas etika guru, banyak orang menekankan standar teladan atau pribadi guru. Kini, pendidikan modern menuntut lebih dari itu. Standar tidak lagi terlalu berfokus pada bentuk, tetapi lebih pada kebutuhan praktis profesi mengajar di era baru. Etika profesional saat ini juga tercermin dalam menghormati peserta didik, mendengarkan mereka, mendukung mereka, dan menciptakan lingkungan belajar yang positif, aman, dan manusiawi untuk perkembangan holistik mereka.
Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan, bersama dengan Dinas Pendidikan dan Pelatihan setempat, sedang mengintensifkan upaya mereka untuk meninjau dan mewajibkan lembaga pendidikan untuk menandatangani komitmen dalam memerangi kekerasan di sekolah dan memperbaiki pelanggaran etika.
![]() |
Dengan hati yang murni, para guru adalah orang-orang yang menyalakan mimpi dan membimbing siswa menuju masa depan. (Dalam foto: Guru dan siswa di Sekolah Menengah Phan Chu Trinh, Kelurahan Buon Ma Thuot). Foto: Hoang Gia |
Dapat ditegaskan bahwa sistem etika bagi guru yang dipersyaratkan oleh Kementerian Pendidikan dan Pelatihan adalah benar dan perlu, tetapi nilai sebenarnya dari standar ini bergantung pada tingkat konkretisasi dan kondisi implementasi dalam praktik. Karena praktik menunjukkan bahwa peraturan ada, komitmen ada, tetapi jika standar etika hanya tetap di atas kertas, sulit untuk menciptakan perubahan substantif. Etika profesional tidak dapat dikendalikan semata-mata oleh peraturan administratif; etika tersebut perlu dipupuk oleh kesadaran profesional dan tanggung jawab sosial setiap guru.
Dalam konteks saat ini, untuk mencapai tujuan peningkatan kualitas dan reformasi pendidikan dan pelatihan secara mendasar dan komprehensif, guru harus terus belajar dan memperbarui pengetahuan, keterampilan, dan metode mereka. Guru tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi yang lebih penting, mereka harus bekerja sama dengan keluarga dan masyarakat untuk mengajarkan siswa bagaimana menjadi anggota masyarakat dan komunitas yang berguna. Untuk mencapai hal ini, guru harus terus mengembangkan karakter moral, kepribadian, gaya hidup, perilaku, dan standar profesional mereka berdasarkan peraturan tentang standar guru, serta memiliki pemahaman yang benar tentang perubahan zaman, untuk memberikan contoh yang baik bagi siswa mereka. Ketika contoh itu benar-benar murni, aspek negatif akan terbatas dan cepat dihilangkan.
Pepatah "Tanpa hati yang murni, sulit untuk menjadi guru" menekankan bahwa etika dan dedikasi terhadap profesi sama pentingnya dengan pengetahuan profesional. Ini juga merupakan filosofi inti dalam pendidikan dan penyampaian pengetahuan.
Thuy Hang
Sumber: https://baodaklak.vn/van-hoa-xa-hoi/202606/tam-khong-sang-kho-lam-thay-e6c70d5/









