
Pada 27 Mei 2026, Sekretaris Jenderal dan Presiden To Lam beserta istrinya, bersama delegasi tingkat tinggi Vietnam, berangkat dari Hanoi untuk kunjungan resmi ke Thailand, dan kunjungan kenegaraan ke Singapura dan Filipina. (Foto: VNA)

Pada 27 Mei 2026, Sekretaris Jenderal dan Presiden To Lam beserta istrinya, bersama delegasi tingkat tinggi Vietnam, berangkat dari Hanoi untuk kunjungan resmi ke Thailand, dan kunjungan kenegaraan ke Singapura dan Filipina. (Foto: VNA)
South China Morning Post (SCMP) dari Daerah Administratif Khusus Hong Kong (China) menegaskan bahwa kunjungan kenegaraan Sekretaris Jenderal dan Presiden To Lam ke Filipina berlangsung dalam konteks khusus karena kedua negara merayakan ulang tahun ke-50 pembentukan hubungan diplomatik . Berdasarkan pencapaian lima dekade terakhir, kunjungan tersebut merupakan kesempatan bagi para pemimpin Vietnam dan Filipina untuk menguraikan arah penguatan kerja sama lebih lanjut di bidang perdagangan, ketahanan pangan, pertahanan, urusan maritim, pariwisata, dan pertukaran antar masyarakat. Artikel tersebut juga menekankan hubungan yang kuat antara Vietnam dan Filipina, dengan Vietnam sebagai satu-satunya mitra strategis Filipina di ASEAN.
Dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita Vietnam (VNA) , Menteri Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro menegaskan bahwa kunjungan kenegaraan Sekretaris Jenderal dan Presiden To Lam menandai tonggak sejarah dalam hubungan antara kedua negara. Sebagai kunjungan pertama Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam ke Filipina, peristiwa ini memiliki makna strategis dan simbolis yang mendalam. Kunjungan ini membuka peluang bagi para pemimpin tingkat tinggi kedua negara tidak hanya untuk merayakan 50 tahun kerja sama yang kuat, tetapi yang lebih penting, untuk merumuskan visi bersama, menatap masa depan, dan mendefinisikan kemitraan di masa mendatang.
Filipina berharap kunjungan bersejarah ini akan memberikan dorongan yang lebih besar untuk kerja sama yang lebih erat di tiga bidang strategis utama. Mengenai perdagangan dan investasi, kunjungan ini menjanjikan peningkatan signifikan dalam kerja sama ekonomi antara kedua negara, mendorong bisnis untuk berinvestasi dan memperluas operasi mereka di kedua negara.
Selain itu, sebagai negara pesisir di kawasan ini, Filipina dan Vietnam adalah pendukung setia hukum internasional, khususnya Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut tahun 1982 (UNCLOS). Kunjungan ini akan menegaskan kembali komitmen bersama kedua negara untuk mempromosikan perdamaian, keamanan, stabilitas, dan kebebasan navigasi. Hal ini akan memungkinkan mereka untuk meningkatkan kerja sama dalam menghadapi ancaman keamanan tradisional, non-tradisional, dan yang baru muncul, sekaligus membuka jalan baru untuk kerja sama dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.
Sumber: https://nhandan.vn/tam-nhin-moi-cho-quan-he-viet-nam-philippines-post965980.html




Komentar (0)