
Banyak ide untuk mengembangkan pariwisata Da Nang dibahas dalam seminar "Pengalaman Pelanggan - Keunggulan Kompetitif untuk Pariwisata Da Nang" yang diadakan pada pagi hari tanggal 27 Mei.
Memposisikan ulang arsitektur pengalaman
Menurut Wakil Direktur Departemen Kebudayaan, Olahraga , dan Pariwisata Nguyen Thi Hoai An, industri pariwisata kota ini telah mencapai banyak hasil positif dalam beberapa waktu terakhir. Lingkungan pariwisata semakin beradab dan aman; sistem akomodasi telah diinvestasikan secara komprehensif; dan transformasi digital telah diperkuat. Bersamaan dengan itu, kota ini telah dan akan menyelenggarakan acara-acara berskala besar seperti: Da Nang Food Tour 2026, Festival Film Asia, Festival Enjoy Da Nang, VnExpress Marathon 2026, dan Festival Kembang Api Internasional Da Nang (DIFF) 2026.
Meskipun telah mencapai hasil positif, tuntutan pasar pariwisata global semakin ketat. Jika di masa lalu sumber daya alam atau keterjangkauan harga merupakan keunggulan kompetitif utama, dalam konteks saat ini, kualitas pengalaman adalah faktor inti yang menentukan apakah wisatawan ingin kembali.

Dalam seminar tersebut, para ahli sepakat bahwa perilaku dan kebutuhan wisatawan berubah dengan cepat. Wisatawan masa kini tidak hanya mencari tempat untuk bersantai, tetapi juga ingin merasakan kedalaman budaya lokal, menikmati layanan yang dipersonalisasi, dan menciptakan kenangan abadi.
Menurut pakar Nguyen Duong, pendiri perusahaan VPERIA, bisnis pariwisata perlu menempatkan diri pada posisi pelanggan untuk merancang produk. Untuk membangun daya tarik yang berkelanjutan, destinasi membutuhkan posisi yang jelas dan pengembangan "arsitektur pengalaman" yang selaras dengan posisi tersebut. Setiap langkah perjalanan wisatawan, mulai dari mencari informasi dan memesan layanan hingga akhir perjalanan – yang dikenal sebagai "titik sentuh" – membutuhkan perhatian yang cermat. "Yang membuat wisatawan memutuskan untuk kembali bukanlah hanya pemandangan yang indah, tetapi perasaan dihormati dan dipahami sepenuhnya," kata Bapak Duong.
Kekuatan teknologi dan manusia.
Dalam menyampaikan pandangannya tentang perubahan pasar, Bapak Nguyen Duc Quynh, Ketua Asosiasi Hotel Da Nang, mencatat bahwa ledakan media digital mengubah seluruh perilaku pariwisata. Saat ini, hingga 72% wisatawan mencari hotel melalui ponsel mereka. TikTok telah melampaui Google dan menjadi mesin pencari paling populer di kalangan Generasi Z. Lebih jauh lagi, hingga 92% konsumen lebih mempercayai konten yang dibuat oleh pelanggan daripada iklan bermerek.

Cara pelanggan mencari, memesan, dan menceritakan perjalanan mereka telah berubah total. Jika bisnis tidak berinovasi tepat waktu, mereka pasti akan tertinggal. Untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, Asosiasi Hotel Da Nang mengusulkan peningkatan pemasaran digital dan peningkatan kualitas layanan online. Di masa depan, industri perhotelan akan menerapkan penggunaan asisten virtual, mempersonalisasi pengalaman melalui analisis data AI, dan mengemas pengalaman budaya ke dalam produk premium.
Sembari menekankan peran teknologi, Bapak Quynh menegaskan bahwa unsur manusia tetap menjadi pusat perhatian. Teknologi tidak dapat menggantikan senyum ramah staf resepsionis atau sapaan hangat warga setempat. Perwakilan dari Departemen Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata berjanji untuk terus memperluas pelatihan keterampilan komunikasi dan perilaku beradab, membangun Da Nang menjadi destinasi yang aman dan profesional.
Sumber: https://baodanang.vn/tang-suc-canh-tranh-cho-du-lich-da-nang-3338360.html








Komentar (0)