• Fokuslah pada pembangunan sistem pengadilan elektronik yang profesional, modern, adil, dan teliti.
  • Menentukan yurisdiksi Pengadilan Rakyat menurut model baru.
  • Menuju pengadilan elektronik, meningkatkan efisiensi persidangan.

Regulasi baru ini meningkatkan peluang bagi warga negara untuk segera mengajukan permohonan peninjauan kembali atas putusan dan keputusan yang mengikat secara hukum. Hal ini tidak hanya mengurangi beban kerja Mahkamah Agung Rakyat, tetapi juga berkontribusi untuk memastikan keadilan dan penegakan hukum yang lebih efektif.

Meningkatkan kewenangan ke tingkat akar rumput.

Undang-Undang Nomor 85/2025/QH15 mengubah dan menambah Pasal 37 Kitab Undang-Undang Prosedur Perdata, memberikan kewenangan penting tambahan kepada Pengadilan Rakyat provinsi. Secara khusus, Pengadilan Rakyat provinsi berwenang untuk mengadili banding terhadap putusan dan keputusan Pengadilan Rakyat daerah yang belum berkekuatan hukum tetap; dan untuk melakukan peninjauan pengawasan dan pengadilan ulang terhadap putusan dan keputusan Pengadilan Rakyat daerah yang telah berkekuatan hukum tetap apabila ada banding sebagaimana diatur dalam undang-undang.

Hal ini dipandang sebagai langkah yang telah mendapat banyak perhatian dari publik (mereka yang terlibat, atau memiliki hak dan kewajiban dalam kasus perdata) karena mempermudah akses ke prosedur litigasi. Hal ini karena prosedur kasasi dan persidangan ulang sering dianggap sulit diakses, mahal, dan memakan waktu.

Pengalihan kewenangan kasasi dan persidangan ulang ke Pengadilan Rakyat Provinsi tidak hanya membuat keadilan lebih mudah diakses oleh masyarakat, tetapi juga secara jelas menunjukkan kebijakan desentralisasi, pendelegasian kekuasaan, penyederhanaan aparatur, dan mendekatkan kegiatan peradilan ke tingkat akar rumput. Masyarakat tidak perlu lagi menunggu lama untuk mengajukan banding ke tingkat yang lebih tinggi. Pengadilan Rakyat Provinsi dapat langsung mengajukan banding atas putusan Pengadilan Rakyat tingkat distrik sebelumnya dan menyelenggarakan proses kasasi dan persidangan ulang melalui panel hakim, yang berkontribusi pada pengurangan waktu penyelesaian kasus dan peningkatan efektivitas perlindungan hak dan kepentingan sah masyarakat.