
Pelatihan tersebut dihadiri oleh perwakilan dan pejabat dari 11 komune dan kelurahan yang mengelola pemakaman para martir di provinsi tersebut.
Selama sesi pelatihan, para delegasi diberi pengarahan tentang prosedur dasar pengumpulan sampel jenazah prajurit yang gugur dan tidak teridentifikasi; dibimbing tentang langkah-langkah pengumpulan, pengawetan, penyegelan, dan penyerahan sampel sesuai peraturan; dan diinstruksikan tentang digitalisasi informasi dan pembaruan data ke dalam sistem untuk manajemen, pencocokan, dan verifikasi DNA.

Selain menyebarluaskan prosedur operasional, para penyaji juga membahas dan mengatasi kesulitan serta hambatan yang dihadapi selama implementasi di tingkat akar rumput, berkontribusi untuk memastikan bahwa pengumpulan dan pengelolaan sampel dilakukan secara konsisten, ilmiah , dan akurat.

Melalui pelatihan ini, para staf yang terlibat langsung dalam melaksanakan tugas tersebut dibekali dengan pengetahuan tambahan dan keterampilan profesional, sehingga berkontribusi pada peningkatan efektivitas Proyek Pengumpulan, Penyimpanan, dan Analisis Informasi DNA Kerabat Para Martir Tak Dikenal dan Jenazah Para Martir, yang melayani pekerjaan pencarian, pengumpulan, dan identifikasi para martir di provinsi tersebut.

Kursus pelatihan ini sangat penting dalam konteks pelaksanaan "kampanye 500 hari untuk mengintensifkan tugas pencarian, pengumpulan, dan identifikasi jenazah para martir yang informasinya tidak lengkap" di seluruh provinsi, menjelang peringatan 80 tahun Hari Veteran Perang (27 Juli 1947 - 27 Juli 2027).
Dengan menstandarisasi proses pengambilan sampel, pengiriman sampel, dan digitalisasi informasi tentang jenazah prajurit yang gugur, daerah setempat secara bertahap akan membangun sumber data yang akurat dan lengkap, menciptakan dasar penting untuk analisis dan pencocokan DNA. Ini dianggap sebagai solusi terobosan, menerapkan pencapaian ilmiah dan teknologi untuk membantu mengidentifikasi prajurit yang gugur yang identitasnya masih belum diketahui, memenuhi aspirasi kerabat dan keluarga mereka, dan secara mendalam menunjukkan prinsip "minum air, mengingat sumbernya," rasa terima kasih Partai, Negara, dan Rakyat kepada mereka yang dengan gagah berani berkorban untuk kemerdekaan dan kebebasan Tanah Air.
Sumber: https://baolamdong.vn/tap-huan-so-hoa-thong-tin-mau-hai-cot-liet-si-445849.html








Komentar (0)