Kapal King Rich, dengan tonase lebih dari 13.920 ton, mengalami kerusakan mesin di perairan Filipina dan kemudian terdampar di pulau Cu Lao Cham.
Pusat Pencarian dan Penyelamatan Maritim Vietnam mengumumkan bahwa pagi ini mereka menerima informasi dari Pusat Koordinasi Pencarian dan Penyelamatan Taiwan bahwa kapal King Rich, yang berbendera Sierra Leone, mengalami masalah mesin di perairan Filipina pada tanggal 18 November. Seluruh 16 awak kapal berkebangsaan Indonesia dan Tiongkok turun dari kapal dan berhasil diselamatkan dengan selamat oleh kapal terdekat.
Pemilik kapal King Rich, Bapak Chiu, menghubungi kapal tunda untuk meminta bantuan tetapi tidak dapat menentukan lokasi kapal karena telah hanyut. Kapal tersebut tidak membawa muatan apa pun. Pemilik kapal kini telah memberi tahu dan menyerahkan masalah ini kepada perusahaan asuransi.
Kapal King Rich berlabuh di lepas pantai Pulau Cu Lao Cham pada siang hari tanggal 2 Desember. Foto: Otoritas Pelabuhan Maritim Quang Nam.
Bapak Truong Hoan Lac, Direktur Otoritas Pelabuhan Maritim Quang Nam, mengatakan bahwa mereka telah berkoordinasi dengan Pos Penjaga Perbatasan Cu Lao Cham untuk menambatkan dan mengamankan kapal King Rich. "Kapal telah ditambatkan, tidak ada insiden yang terdeteksi, dan area sekitarnya aman," kata Bapak Lac.
Pemeriksaan kapal belum dapat dilakukan karena angin timur laut yang kencang dengan kekuatan 6, hembusan hingga 7-8, gelombang setinggi 2-3 meter dan laut yang bergelombang di sekitar Cu Lao Cham. Penjaga Perbatasan provinsi telah mengeluarkan rencana tanggap darurat jika terjadi tumpahan minyak atau bahan kimia pada kapal King Rich.
Pada pagi hari tanggal 1 Desember, kapal King Rich, dengan tonase lebih dari 13.920 ton, hanyut dan terdampar di selatan Pulau Cu Lao Cham. Kapal tersebut, yang berukuran panjang 132 meter dan lebar 21 meter, adalah kapal kargo cair dan tidak memiliki awak kapal.
Tautan sumber







Komentar (0)