Sejak awal pertandingan, Spanyol terus menekan ke depan dan mengontrol penguasaan bola. Pedri, Gavi, dan Rodri terus melancarkan serangan, sementara Tanjung Verde bermain bertahan, memusatkan sejumlah besar pemain di separuh lapangan mereka sendiri.
Meskipun mendominasi penguasaan bola, Spanyol kesulitan menghadapi pertahanan lawan yang terorganisir dengan baik. Duet bek tengah Roberto Lopes dan Sanches Borges berulang kali menggagalkan kombinasi serangan di lini tengah.
Sepanjang babak pertama, tim Eropa menciptakan beberapa peluang dari tembakan jarak jauh. Pedri dan Cubarsi sama-sama mencoba peruntungan mereka tetapi tidak mampu membuat perbedaan.

Pada menit ke-36, Marc Cucurella melepaskan tembakan dari luar kotak penalti, memaksa Vozinha melakukan penyelamatan. Ini adalah momen penting pertama dalam pertandingan tersebut.
Pada menit ke-40, Rodri memberikan umpan ke dalam kotak penalti untuk Cucurella yang kemudian menyundul bola ke arah Ferran Torres, yang langsung melepaskan tembakan. Tendangan striker Spanyol itu membentur mistar gawang. Segera setelah itu, Mikel Oyarzabal menyundul bola rebound tetapi kembali digagalkan oleh Vozinha.
Pada waktu tambahan babak pertama, Ferran Torres memiliki peluang setelah umpan silang dari sayap kiri tetapi tidak mampu mengalahkan kiper Tanjung Verde. Beberapa menit kemudian, Vozinha melakukan penyelamatan lain, memblokir sundulan Aymeric Laporte dari tendangan sudut.
Di babak kedua, jalannya pertandingan tetap sama karena Spanyol terus memberikan tekanan. Pada menit ke-48, Pedri menggiring bola di sayap kiri sebelum mengirimkan umpan silang ke kotak penalti, tetapi sundulan Oyarzabal meleset. Fabian Ruiz kemudian melepaskan tembakan jarak jauh yang melambung di atas mistar gawang.
Pada menit ke-56, Fabian Ruiz melompat tinggi untuk menyundul bola dari umpan Pedri, tetapi bola langsung menuju Vozinha. Upaya selanjutnya dari Laporte dan Fabian Ruiz juga gagal menghasilkan gol.
Pada satu titik, Spanyol menguasai bola hingga 71%, tetapi upaya gabungan Rodri, Pedri, dan Gavi tetap tidak mampu menembus pertahanan Tanjung Verde.

Pada menit ke-71, pelatih Luis de la Fuente memasukkan Lamine Yamal ke lapangan. Pemain muda itu dengan cepat menunjukkan kemampuannya dengan menggiring bola di sayap kanan sebelum memberikan assist untuk tembakan Marcos Llorente, tetapi Vozinha kembali melakukan penyelamatan.
Pada menit ke-82, Yamal mengirimkan umpan silang untuk Cucurella yang kemudian melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti, namun ia gagal menembus pertahanan lawan. Empat menit kemudian, pemain Barcelona itu menciptakan peluang lain untuk Dani Olmo dan Oyarzabal, namun tendangan voli terakhir striker Spanyol itu diblok oleh bek Tanjung Verde.
Di menit-menit terakhir, Spanyol terus menyerang tetapi tidak mampu mencetak gol. Vozinha menjadi pemain terbaik pertandingan dengan banyak penyelamatan, membantu Tanjung Verde menjaga gawangnya tetap bersih.
Pertandingan berakhir imbang 0-0. Spanyol melewatkan kesempatan untuk mengamankan tiga poin penuh meskipun mengendalikan permainan, sementara Tanjung Verde meraih satu poin berkat disiplin pertahanan mereka.
Sumber: https://baovanhoa.vn/the-thao/tay-ban-nha-bi-cape-verde-cam-chan-237229.html

























































