Sebelumnya, biaya bahan bakar hanya sekitar 30-35% dari total biaya operasional, tetapi sekarang angka ini telah meningkat menjadi 60%. Di bawah tekanan ini, banyak maskapai penerbangan Thailand terpaksa mengurangi rute-rute yang kurang menguntungkan untuk membatasi kerugian. Bangkok Airways, misalnya, telah mengurangi jumlah penerbangan dan beralih ke pesawat yang lebih kecil untuk menghemat bahan bakar dan mengoptimalkan efisiensi operasional.
Maskapai penerbangan juga meningkatkan strategi lindung nilai harga bahan bakar untuk mengurangi risiko. Bangkok Airways mengasuransikan sekitar 25-26% dari kebutuhan bahan bakarnya dengan harga $80 per barel. Namun, ketika harga pasar melonjak menjadi $160-170 per barel, langkah ini hanya membantu mengurangi tekanan dan tidak dapat sepenuhnya mengimbangi peningkatan biaya.
Sementara itu, Thai AirAsia terpaksa menaikkan tarif secara signifikan untuk mengurangi tekanan keuangan, dengan harga pemesanan rata-rata untuk penerbangan baru naik menjadi sekitar 2.700 baht, jauh lebih tinggi daripada di awal tahun. Namun, laju kenaikan tarif tidak sebanding dengan kenaikan biaya bahan bakar, di tengah pemulihan permintaan perjalanan yang lambat dan pasar pariwisata yang tidak stabil.
Maskapai tersebut juga memangkas kapasitas tempat duduknya sekitar 12% pada kuartal kedua dan membuka kemungkinan pengurangan penerbangan lebih lanjut. Langkah ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian dalam industri penerbangan di tengah risiko ketidakstabilan ekonomi global yang berkelanjutan.
Krisis bahan bakar saat ini menciptakan pukulan ganda bagi maskapai penerbangan. Kenaikan harga bahan bakar menyebabkan kenaikan tarif penerbangan, sementara biaya perjalanan yang tinggi membuat penumpang enggan melakukan perjalanan yang tidak perlu, sehingga semakin meningkatkan tekanan pendapatan bagi bisnis.
Meskipun masih menyimpan harapan untuk musim wisata akhir tahun dan potensi pemulihan pengunjung internasional, industri penerbangan Thailand saat ini berada di ambang tekanan yang sangat besar. Dengan harga energi global yang tidak menunjukkan tanda-tanda pendinginan, prioritas utama bagi maskapai penerbangan bukan lagi memperluas pangsa pasar, tetapi mempertahankan operasional dan menjaga arus kas.
Sumber: https://baovanhoa.vn/the-gioi/thach-thuc-va-kho-khan-231287.html







Komentar (0)