Saat bulan Mei tiba, aroma harum bunga teratai memenuhi kampung halaman Paman Ho.
Cahaya bulan menyinari atap jerami secara miring.
Ayunan tempat tidur gantung, nyanyian pengantar tidur seorang ibu.
Semangat pria itu dipenuhi dengan denyut nadi tanah kelahirannya.

Pada hari Paman Ho pergi, ia membawa serta begitu banyak cita-cita.
Penderitaan bangsa ini terukir di setiap langkah.
Hati yang merangkul jiwa tanah air.
Diam-diam "mencari citra bangsa" di antara lima benua.
Pada hari kepulanganku, bunga teratai di tanah kelahiranku baru saja mulai bermekaran.
Sumur kuno itu mencerminkan sosok pahlawan yang kembali.
Air mata seorang ibu berubah menjadi embun yang jatuh di bajunya.
Sinar matahari di Nam Dan menghangatkan seluruh jalan pedesaan.
Paman Ho ada di setiap catatan sejarah.
Di tengah gemerlap bendera merah di ibu kota.
Hati itu tak pernah berhenti berdetak.
Bahkan dengan mata terpejam, aku tetap terjaga bersama tanah airku.
Sumber: https://baogialai.com.vn/thang-nam-nho-nguoi-post323702.html






Komentar (0)