
Kue beras putih yang lembut dan harum ini telah menjadi oleh-oleh populer dari tanah leluhur, yang dipilih oleh banyak wisatawan saat mengunjungi Situs Sejarah Kuil Hung.
Banh chung dan banh giay – dua jenis kue yang melambangkan "langit bulat dan bumi persegi" – dikaitkan dengan kisah legendaris tentang bakti Pangeran Lang Lieu kepada orang tuanya selama pemerintahan Raja Hung ke-6. Sepanjang ribuan tahun sejarah, banh chung dan banh giay telah dilestarikan dalam bentuk dan rasa aslinya oleh masyarakat Vietnam sebagai persembahan kepada leluhur mereka.
Saat ini, banh chung dan banh giay (kue beras tradisional Vietnam) merupakan persembahan yang tak terpisahkan di setiap perayaan Tet, upacara penghormatan leluhur, dan pernikahan, serta menjadi oleh-oleh khas pedesaan bagi seluruh masyarakat Vietnam. Khususnya bagi masyarakat Phu Tho, kerajinan pembuatan banh chung dan banh giay telah menjadi tradisi budaya, kebiasaan, dan ritual unik yang tidak ada duanya di tempat lain.
Desa Xom di Komune Hung Lo, Kota Viet Tri, dianggap sebagai tempat kelahiran kue ketan yang dipersembahkan kepada Raja Hung. Sejak tahun 2017, masyarakat Hung Lo telah berhasil membangun merek "Kue Ketan Hung Lo" dan mengembangkannya menjadi desa kerajinan tradisional. Hingga saat ini, kue ketan Hung Lo telah dipilih sebagai produk untuk mendukung industri pariwisata provinsi.










Komentar (0)