Penghargaan individu seperti penghargaan pencetak gol terbanyak atau 'Sepatu Emas' masih diberikan kepada pemain yang mencetak gol terbanyak dalam turnamen tersebut.
Namun, jika dua pemain atau lebih memiliki jumlah gol yang sama, sistem kriteria tambahan yang lebih ketat akan digunakan untuk menentukan pemenang di Piala Dunia 2026.
Assist adalah faktor pertama yang dipertimbangkan ketika striker memiliki jumlah gol yang sama. Pemain yang memberikan lebih banyak assist untuk rekan setimnya akan memiliki peringkat lebih tinggi dalam perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026.
Oleh karena itu, meskipun keduanya telah mencetak 6 gol sejauh ini, Kylian Mbappe berada di peringkat lebih tinggi daripada Lionel Messi karena memiliki 2 assist lebih banyak.

Jika jumlah gol dan assist sama, penyelenggara akan mempertimbangkan total menit bermain. Pemain dengan performa yang sama tetapi menit bermain lebih sedikit akan diberi peringkat lebih tinggi di liga Amerika Utara.
Para kandidat juga memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengumpulkan gol karena turnamen diperluas menjadi 48 tim dengan 104 pertandingan untuk pertama kalinya.
Meskipun demikian, rekor 13 gol yang dicetak oleh legenda Just Fontaine untuk Prancis pada tahun 1958 tetap menjadi tonggak sejarah yang jauh. Striker Prancis itu hanya membutuhkan 6 pertandingan untuk mencapai prestasi yang belum pernah diraih pemain lain dalam sejarah Piala Dunia.
Penghargaan tahun ini menampilkan tiga mantan pemenang 'Sepatu Emas'. Striker Kylian Mbappe memenangkan gelar tersebut pada tahun 2022 dengan 8 gol, striker Harry Kane mendapatkan penghargaan tersebut pada tahun 2018 setelah mencetak 6 gol, dan James Rodriguez memenangkan penghargaan tersebut pada tahun 2014 setelah mencetak 6 gol untuk Kolombia.
Mbappe dan Kane terus mendapat pujian tinggi menjelang turnamen, bersama dengan striker Erling Haaland yang tampil pertama kalinya di ajang sepak bola terbesar di dunia.
Lionel Messi juga merupakan kandidat yang tangguh berkat pengalamannya dan kemampuannya untuk membuat perbedaan sebagai kapten Argentina di Piala Dunia 2026.
Persaingan ini juga melibatkan striker Mikel Oyarzabal dan Lamine Yamal dari Spanyol, Vinicius Junior dari Brasil, dan Cristiano Ronaldo dari Portugal. Namun, sejarah menunjukkan bahwa penghargaan pencetak gol terbanyak bukanlah eksklusif untuk bintang-bintang yang paling dinantikan.
Mendiang legenda Toto Schillaci dulunya hanyalah pemain cadangan untuk tim nasional Italia, namun tetap memenangkan gelar juara pada tahun 1990.
Pada tahun 1994, Oleg Salenko dari Rusia menjadi pencetak gol terbanyak bersama, termasuk mencetak 5 gol melawan Kamerun dalam satu pertandingan.

Sumber: https://giaoducthoidai.vn/thay-doi-cach-xac-dinh-vua-pha-luoi-world-cup-2026-post783565.html




























































