Menurut media regional, OCA telah membatalkan rencana untuk membatasi jumlah tim yang berpartisipasi dalam sepak bola putra dan putri di Asian Games 2026. Keputusan tersebut diambil setelah proposal dari negara tuan rumah Jepang menghadapi penolakan dari beberapa federasi anggota.
Sebelumnya, AFC dan Komite Olimpiade Jepang memperketat jumlah tim yang berpartisipasi. Menurut rencana awal, hanya 16 tim yang lolos ke Kejuaraan AFC U23 2026 yang diizinkan untuk berpartisipasi dalam ASIAD di kompetisi sepak bola putra. Sementara itu, di kompetisi putri, hanya 12 tim yang lolos ke Piala Asia Wanita 2026 yang memenuhi syarat.
Tujuan dari proposal ini adalah untuk meningkatkan kualitas profesional sepak bola di ASIAD 2026, sekaligus mempermudah panitia penyelenggara dalam mengelola dan menjadwalkan pertandingan.
Namun, beberapa federasi berpendapat bahwa peraturan baru tersebut akan mendiskualifikasi banyak tim dari kompetisi kontinental utama. Selain itu, situasi saat ini membuat pendekatan ini sulit diterapkan. Beberapa tim yang memenuhi syarat telah mengundurkan diri, sementara banyak negara yang tidak memenuhi kriteria sangat menentang peraturan baru tersebut.
Di bawah tekanan dari federasi anggota, OCA memutuskan untuk tidak menerapkan kriteria seperti yang direncanakan semula. Ini berarti bahwa negara-negara Asia bebas mendaftarkan tim untuk berpartisipasi dalam cabang olahraga sepak bola di Asian Games 2026.
Yang perlu diperhatikan, Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) berencana menggunakan kelompok usia U21 (pemain yang lahir pada atau setelah 1 Januari 2005) alih-alih kelompok U23, untuk membangun momentum menjelang SEA Games ke-34 pada tahun 2027, Kejuaraan AFC U23 2028, dan kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.
Sumber: https://znews.vn/thay-doi-cua-mon-bong-da-o-asiad-2026-post1634458.html






Komentar (0)