
Kendaraan-kendaraan ini melayani kebutuhan belanja dan makan warga pedesaan. Foto: TIEU DIEN
Sejak subuh, derak roda yang familiar bergema di jalanan di seluruh kawasan perumahan. Ini menandai awal hari kerja bagi para pedagang kaki lima. Gerobak mereka yang tertutup rapi dipenuhi dengan berbagai macam barang kebutuhan sehari-hari: seikat sayuran segar, buah-buahan musiman, kue-kue lokal tradisional, ikan dan daging segar, serta berbagai barang rumah tangga.
Kehidupan setiap pedagang kaki lima dipenuhi dengan kerja keras dan jerih payah. Baik di bawah terik matahari maupun hujan deras, mereka menjelajahi jalanan, memasuki setiap gang untuk mencari pelanggan. Terkadang mereka bepergian dari pagi buta hingga larut malam, menempuh jarak yang begitu jauh sehingga mereka sendiri tidak ingat berapa kilometernya. Pendapatan mereka tidak stabil, dengan hati-hati mengumpulkan keuntungan kecil dari setiap penjualan.
Selama bertahun-tahun, Bapak Ha Van Giau, yang tinggal di kelurahan Rach Gia, terbiasa bangun pukul 3-4 pagi untuk pergi ke pasar Rach Soi guna mengumpulkan sayuran, umbi-umbian, dan buah-buahan untuk dijual. Setelah pasar pagi, ia terus berkeliling jalanan, dan di sore hari, ia menuju kawasan industri Thanh Loc untuk berjualan kepada para pekerja yang pulang kerja. Bapak Giau berbagi: "Pekerjaan berjualan ini cukup berat; saya harus terus bergerak mencari pelanggan. Bagi pedagang kaki lima seperti saya, mendapatkan keuntungan beberapa ratus ribu dong setiap hari sudah merupakan prestasi besar. Memang bukan uang yang banyak, tetapi cukup untuk menutupi biaya hidup keluarga saya."
Tidak hanya di daerah perkotaan, tetapi juga di daerah pedesaan, gerobak yang sarat dengan barang dagangan telah menjadi pemandangan yang familiar. Bagi banyak orang di dusun-dusun terpencil di tengah ladang, pergi ke pasar sangat sulit, sehingga gerobak makanan keliling ini seperti "pasar keliling" yang membawa makanan langsung ke depan pintu rumah mereka. Selama lebih dari tiga tahun, Bapak Dang Van Tai, yang tinggal di dusun Muoi Hung, komune Vinh Tuy, secara rutin berkeliling di sepanjang jalan pedesaan untuk menjual sayuran, buah-buahan, dan makanan laut. Untuk mempermudah penjualan, ia bahkan merekam promosi penjualannya dan memutarnya melalui pengeras suara di gerobaknya: "Ada yang mau membeli tomat, semangka, mentimun, bawang bombai, daun bawang, cabai... atau makanan laut?" Bapak Tai berkata: "Pagi hari adalah waktu tersibuk; saya menjual sekitar 20-50 kg berbagai barang setiap hari. Harganya wajar, dan sayurannya segar dan enak, jadi banyak orang mendukung saya. Setiap hari, saya mendapat keuntungan sekitar 100.000-200.000 VND."
Gerobak makanan keliling ini, meskipun sederhana, menawarkan banyak kemudahan bagi masyarakat, terutama di daerah pedesaan. Ibu Nguyen Thi Loan, yang tinggal di dusun Vinh Binh, komune Vinh Tuy, mengatakan bahwa rumahnya berjarak beberapa kilometer dari pasar, sehingga ia sering menunggu gerobak lewat untuk membeli makanan. “Setiap hari, beberapa gerobak datang menjual berbagai macam sayuran, daging, ikan, dan makanan ringan. Harganya terjangkau, dan makanannya segar dan enak, jadi sangat praktis. Berkat ini, saya tidak perlu pergi jauh ke pasar; saya hanya menunggu gerobak lewat di depan rumah saya dan saya bisa membeli semua yang saya butuhkan untuk memasak untuk keluarga saya,” kata Ibu Loan.
LAPANGAN KECIL
Sumber: https://baoangiang.com.vn/theo-vong-xe-muu-sinh-a486090.html







Komentar (0)