
Di Tokyo, Jepang, indeks Nikkei 225 turun 1,3% menjadi 52.655,18 poin.
Sementara itu, indeks Hang Seng Hong Kong turun 2,9% menjadi 26.601,18 poin, sedangkan indeks Shanghai Composite Shanghai turun 2,5% menjadi 4.015,75 poin.
Pasar saham Seoul (Korea Selatan) anjlok lebih dari 5%, dengan saham raksasa chip SK Hynix kehilangan 8% dan saham Samsung turun lebih dari 6%. Pasar saham Sydney dan Singapura juga mengalami penurunan.
Yang perlu diperhatikan, pasar Jakarta anjlok lebih dari 5% setelah MSCI meminta regulator negara untuk meninjau masalah kepemilikan dan memperingatkan bahwa mereka akan menunda penambahan saham Indonesia ke dalam keranjang indeksnya.
Setelah periode pertumbuhan pesat yang dipicu oleh kegilaan kecerdasan buatan (AI) pada Januari 2026, pasar saham mengalami pembalikan tajam. Investor mulai mempertanyakan efektivitas investasi besar-besaran yang dicurahkan ke sektor ini setelah Microsoft mengumumkan peningkatan pengeluaran untuk infrastruktur AI, menimbulkan kekhawatiran bahwa perusahaan akan membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan kembali investasinya.
Sementara itu, pasar logam mulia berada di bawah tekanan signifikan akibat pulihnya dolar AS. Dolar AS menguat tajam setelah Presiden Trump memilih Kevin Warsh, mantan pejabat Fed dan eksekutif Morgan Stanley, untuk menggantikan Jerome Powell yang akan segera mengundurkan diri sebagai Ketua Federal Reserve. Para pedagang memandang Warsh sebagai seseorang dengan sikap yang tegas terhadap inflasi, yang memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang mendukung dolar AS.
Di Vietnam, VN-Index turun 23,54 poin (1,23%) menjadi 1.806,50 poin, sedangkan HNX-Index naik 4,26 poin (1,26%) menjadi 260,39 poin.
Sumber: https://baotintuc.vn/thi-truong-tien-te/thi-truong-chung-khoan-chau-a-do-lua-20260202153151092.htm






Komentar (0)