Menurut perkiraan, harga lada pada tanggal 28 Oktober melanjutkan tren penurunan di wilayah penghasil utama. Para ahli percaya bahwa harga lada domestik kemungkinan akan terus menurun pada awal pekan depan karena situasi ekonomi global yang tidak stabil berdampak negatif pada permintaan konsumsi lada di banyak negara. Inflasi yang meningkat dan risiko resesi ekonomi di banyak negara menyebabkan konsumen memperketat pengeluaran mereka, mengurangi permintaan barang-barang yang tidak penting seperti lada.
Dalam jangka pendek, pasar lada diperkirakan akan terus menghadapi volatilitas yang signifikan. Harga lada kemungkinan akan tetap stabil atau sedikit menurun karena pasokan yang terbatas dan kurangnya pemulihan yang kuat dalam permintaan konsumen.
Namun, dalam jangka panjang, seiring stabilnya ekonomi global dan implementasi solusi adaptasi perubahan iklim yang efektif, pasar lada mungkin akan pulih dan berkembang kembali.
| Prakiraan harga lada untuk 28 Oktober 2024: Pasar akan terus menghadapi banyak fluktuasi. |
Di pasar domestik, hari ini, 27 Oktober 2024, harga lada di wilayah Tenggara turun 500-1.000 VND/kg dibandingkan kemarin, diperdagangkan sekitar 144.000-145.500 VND/kg, dengan harga pembelian tertinggi di provinsi Dak Nong dan Dak Lak sebesar 145.500 VND/kg.
Dengan demikian, harga lada di Dak Lak dibeli dengan harga 145.500 VND/kg, turun 1.000 VND/kg dibandingkan kemarin. Harga lada di Chu Se (Gia Lai) dibeli dengan harga 144.000 VND/kg, turun 500 VND/kg dibandingkan kemarin. Harga lada di Dak Nong hari ini tercatat pada level tertinggi yaitu 145.500 VND/kg, turun 500 VND/kg dibandingkan kemarin.
Di Binh Phuoc, harga lada hari ini adalah 144.000 VND/kg, turun 1.000 VND/kg dibandingkan kemarin. Di Ba Ria - Vung Tau, harga saat ini adalah 145.000 VND/kg, juga turun 1.000 VND/kg dibandingkan kemarin.
Di pasar dunia, pada penutupan sesi perdagangan terakhir, IPC mencantumkan harga lada hitam Lampung Indonesia sebesar 6.724 USD/ton, stabil dibandingkan kemarin, dan harga lada putih Muntok sebesar 9.205 USD/ton, juga stabil dibandingkan kemarin.
Lada hitam ASTA 570 Brasil dihargai US$6.400/ton. Lada hitam ASTA Malaysia dihargai US$8.500/ton; harga lada putih ASTA Malaysia mencapai US$11.000/ton.
Secara spesifik, lada hitam Vietnam diperdagangkan seharga $6.500/ton untuk varietas 500 g/l; $6.800/ton untuk varietas 550 g/l; dan lada putih seharga $9.500/ton.
Dengan adanya persaingan dari panen lada baru Indonesia, pasar domestik diperkirakan tidak akan membaik, karena China terus meningkatkan pembelian lada dari Indonesia.
Pasar konsumen utama adalah Eropa dan AS; namun, permintaan di pasar-pasar ini belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Hal ini semakin memperumit harga ekspor lada Vietnam.
Petani cabai perlu mencari solusi untuk beradaptasi dengan situasi pasar saat ini, seperti melakukan diversifikasi tanaman atau mencari pasar baru.
* Informasi ini hanya sebagai referensi. Harga dapat bervariasi tergantung waktu dan lokasi.










Komentar (0)