Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Tetapkan batasan agar Anda tidak menjalani hidup orang lain.

Dengan menggunakan konsep "batas pribadi" dan "menetapkan batasan untuk diri sendiri," hal ini menjelaskan mengapa banyak orang sering merasa stres dan kelelahan ketika dibebani tanggung jawab yang bukan menjadi tanggung jawab mereka.

ZNewsZNews03/06/2026

Ada orang-orang yang hampir tidak pernah mengatakan tidak. Mereka mengambil pekerjaan tambahan ketika rekan kerja meminta, turun tangan untuk menyelesaikan masalah keluarga, mendengarkan teman, dan selalu berusaha memenuhi harapan orang-orang di sekitar mereka. Tetapi justru orang-orang inilah yang sering merasa tertekan dan kelelahan.

Dalam buku *Limits for Yourself: Speaking at the Wrong Time - Speaking at the Right Place* , psikolog Henry Cloud dan John Townsend berpendapat bahwa penyebab paradoks ini terkadang bukan terletak pada kurangnya tanggung jawab, tetapi pada kenyataan bahwa orang-orang memikul terlalu banyak tanggung jawab yang bukan milik mereka.

Ketika batasan antara "urusan saya" dan "urusan orang lain" menjadi kabur.

Menetapkan Batasan untuk Diri Sendiri bukanlah sekadar buku yang mengajarkan cara mengatakan "tidak." Isi buku ini dibagi menjadi tiga bagian: Apa itu batasan?, Konflik yang muncul ketika batasan dilanggar, dan Cara membangun batasan yang sehat.

Ranh gioi anh 1

Buku "Limits for Yourself " (Batas untuk Diri Sendiri). Foto: MC.

Sepanjang tiga bagian buku ini, terdapat konsep sentral: batasan pribadi. Menurut Henry Cloud dan John Townsend, sebagian dari tanggung jawab adalah mengetahui apa yang menjadi milik Anda dan apa yang bukan. Dengan kata lain, setiap orang perlu memikul tanggung jawab, emosi, dan pilihan mereka sendiri, alih-alih memikul beban kehidupan orang lain.

Untuk memperkenalkan tema ini, kedua penulis menyajikan kasus Sherrie, seorang wanita yang terus-menerus berusaha memenuhi semua perannya dalam hidup. Hanya dalam satu hari, ia harus memenuhi berbagai tuntutan dari keluarga, teman, pekerjaan, dan kegiatan komunitas. Yang membuat Sherrie lelah bukanlah peristiwa besar, melainkan akumulasi tanggung jawab yang terus-menerus.

Dimulai dari kasus Sherrie, buku ini kemudian membahas situasi-situasi yang familiar dalam kehidupan. Setelah meletakkan dasar konsep batasan, Henry Cloud dan John Townsend mengkaji hubungan keluarga, persahabatan, pernikahan, pekerjaan, dan kehidupan spiritual untuk menyoroti pola konflik umum yang muncul ketika batasan-batasan tersebut menjadi kabur.

Ada orang tua yang memikul tanggung jawab yang seharusnya anak-anak mereka pelajari untuk hadapi sendiri. Ada orang yang selalu berusaha menyelamatkan teman-teman mereka dari konsekuensi pilihan mereka sendiri. Di tempat kerja, banyak orang terbiasa mengambil tugas tambahan yang seharusnya menjadi tanggung jawab orang lain karena takut ditolak atau dihakimi.

Dari sudut pandang buku ini, banyak konflik dalam hidup tidak berasal dari kurangnya cinta atau niat baik. Sebaliknya, konflik muncul ketika orang-orang tidak lagi membedakan dengan jelas antara tanggung jawab mereka sendiri dan tanggung jawab yang seharusnya ditangani orang lain.

Ranh gioi anh 2

Menetapkan batasan pribadi bukan berarti menolak orang lain, tetapi tentang mendefinisikan dengan jelas tanggung jawab masing-masing orang. Sumber: mindful.

Pelajari cara membangun batasan yang sehat.

Bagian pertama membantu pembaca memahami apa itu batasan dan bagian kedua menunjukkan konflik yang muncul ketika batasan menjadi kabur, sedangkan bagian terakhir buku ini berfokus pada proses membangun batasan yang sehat.

Menurut Henry Cloud dan John Townsend, ini bukanlah perubahan yang bisa terjadi dalam semalam. Banyak orang terbiasa menyenangkan orang lain, bertanggung jawab atas orang lain, atau merasa bersalah ketika menolak permintaan.

Oleh karena itu, menetapkan batasan bukan hanya tentang belajar mengatakan "tidak." Sama pentingnya adalah belajar mengatakan "ya" di tempat yang tepat—pada tanggung jawab yang benar-benar Anda miliki dan komitmen yang bersedia Anda buat.

Hal yang paling diperhatikan oleh para penulis adalah "kepemilikan atas hidup sendiri." Setiap orang perlu bertanggung jawab atas emosi, pilihan, dan tindakannya sendiri, tetapi tidak dapat menjalani hidup orang lain atau menanggung konsekuensi dari keputusan orang lain.

Dari perspektif itu, batasan bukanlah tembok yang memisahkan orang satu sama lain. Sebaliknya, batasan adalah garis pemisah yang diperlukan agar hubungan dapat berfungsi lebih sehat. Seseorang dapat mencintai tanpa mengendalikan, membantu tanpa memikul beban mereka, dan peduli tanpa kehilangan jati diri.

Buku "Limits for Yourself" tidak banyak membahas cara mengajarkan pembaca untuk mengatakan "tidak" dengan sopan. Yang lebih penting adalah kemampuan untuk mengidentifikasi bagian mana dari hidup Anda yang menjadi tanggung jawab Anda dan bagian mana yang harus ditangani orang lain. Karena tidak setiap masalah yang muncul di sekitar kita adalah tanggung jawab kita. Dan terkadang, belajar mengatakan "tidak" juga berarti belajar membiarkan orang lain bertanggung jawab atas hidup mereka sendiri.

Sumber: https://znews.vn/thiet-lap-ranh-gioi-de-khong-song-thay-nguoi-khac-post1656547.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Kebahagiaan dalam bertani

Kebahagiaan dalam bertani

memanen

memanen

Kegembiraan Prajurit Pulau

Kegembiraan Prajurit Pulau