Restoran baru
Bukalah pintu lebar-lebar untuk mengundang orang-orang menikmati teh pagi yang harum.
Menghadirkan sinar matahari ke dalam ruangan yang telah melewati musim dingin.
.
Saya memungut puntung rokok bekas.
Susun bidak catur di ujung taman.
Permainan catur manusia baru saja berakhir.
.
Di bawah terik matahari, jamur berhamburan.
Matahari menjanjikan hari yang bahagia.
Sinar matahari menari di atas bebatuan kering yang ditutupi lumut, peninggalan-peninggalan itu memudar dari lambangnya.
Matahari menyulam bunga-bunga di sayap kupu-kupu yang seperti hantu.
Matahari dengan riang menggoda embun yang manis.
.
Bukalah pintu dan ajak saya minum teh.
hijau berkilauan saat fajar
Malam terakhir telah usai, sudah berakhir.
.
Angin sepoi-sepoi membawa suara aspirasi.
Saya menawarkan teh sebagai tanda kasih sayang pribadi saya.
Toko baru ini penuh dengan teh empat musim.
Orang yang kakinya lelah bisa berhenti.
Separuh bagian ini diperuntukkan bagi mereka yang masih tinggal jauh.
.
Dengan pintu yang terbuka lebar, toko saya dipenuhi dengan aroma bunga teratai.
Undang seseorang untuk minum teh pagi.
Teh yang diseduh dengan hujan pertama musim ini.
Ibuku menyimpan kenangan di dalam toples-toples kenangan itu.
.
Undang orang-orang ke restoran baru tersebut.
Sinar matahari berkilauan, menggantung seperti butiran kristal.
PN THUONG DOAN
Kita mengenali diri kita sendiri
Dalam perjalanan pulang dengan bus yang bergelombang dan tidak rata.
Tiba-tiba aku menyadari bahwa aku sudah tidak muda lagi.
Saat senja tiba, ibuku yang baik hati masih duduk di dekat jendela.
.
Saat musim panas tiba, perbukitan di kejauhan tertutup oleh hamparan luas bunga rhododendron berwarna ungu.
Setelah bertahun-tahun lamanya jauh dari rumah, akhirnya aku kembali.
Saya pikir masa muda akan berlangsung selamanya.
Siapa sangka, itu akan lenyap dalam sekejap?
.
Berdiri diam di tangga di pagi buta
Dengarkan angin yang bertiup melalui taman lereng bukit yang kosong.
Kami menemukan kembali masa kecil kami setelah sekian lama.
Kopi pagi ini tiba-tiba terasa manis dan penuh kasih sayang…
LE CONG SON
Sumber: https://www.sggp.org.vn/tho-cua-nha-bao-post858420.html










