
Prestasi Huy Hoang baru-baru ini di tingkat benua mungkin membuat banyak orang percaya bahwa SEA Games akan "lebih mudah," tetapi kenyataannya justru sebaliknya. Kompetisi renang regional tidak pernah mudah, terutama karena Singapura dan Thailand memasuki siklus investasi terkuat mereka.
Di Asia Tenggara, Singapura masih dianggap sebagai "mercusuar" olahraga renang. Pada SEA Games 2023, mereka memenangkan 22 medali emas dari 39 nomor renang, sebuah angka yang mencerminkan kedalaman tim mereka dan ketekunan dalam pelatihan.
Sebelumnya, di SEA Games 2022, tim renang Singapura juga memenangkan 21 medali emas. Kekuatan Singapura tidak hanya berasal dari beberapa individu yang luar biasa, tetapi terletak pada struktur pengembangan yang komprehensif, mulai dari sistem pelatihan pemuda hingga penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pembinaan.
Setelah era Joseph Schooling, mereka dengan cepat beralih ke generasi baru dengan atlet-atlet regional terkemuka seperti Quah Zheng Wen, Quah Jing Wen, dan Quah Ting Wen. Bersama mereka ada generasi baru atlet muda seperti Jonathan Tan, Teong Tzen Wei, dan Gan Ching Hwee.
Selain Singapura, Thailand juga menunjukkan ambisi yang jelas. Tim renang muda mereka yang besar dan lengkap, dengan pelatihan sistematis, memungkinkan mereka untuk bersaing langsung di banyak nomor, terutama di nomor putri – di mana Vietnam saat ini kekurangan personel setelah era Anh Vien. Di nomor jarak pendek, Malaysia dan Indonesia terus memiliki atlet berkecepatan tinggi.
Dengan latar belakang tersebut, tim renang Vietnam telah mempersiapkan diri untuk SEA Games ke-33 dengan rencana yang terstruktur dengan baik. Mulai tanggal 6 November, tim yang beranggotakan 20 orang tersebut berangkat ke Nanning (China) untuk menjalani pelatihan intensif selama satu bulan.
Kekuatan tim renang Vietnam terletak pada nomor jarak menengah dan jauh, dengan perenang Nguyen Huy Hoang memainkan peran penting. Ia berbagi bahwa setiap SEA Games bukan hanya tentang meraih hasil tetapi juga tantangan dalam hal psikologi, ketenangan, dan konsistensi.
Satu lagi亮点 terletak pada atlet-atlet muda seperti Vo Thi My Tien, Nguyen Kha Nhi, Nguyen Thuy Hien, Duong Van Hoang Quy, dan Tran Van Nguyen Quoc… Kombinasi pengalaman dan pemain muda menciptakan harapan baru bagi tim.
Para ahli memperkirakan bahwa jika Vietnam mempertahankan performanya saat ini, mereka dapat memenangkan 5-7 medali emas di SEA Games ke-33. Ini adalah kompetisi berkualitas tinggi dengan Singapura, Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Filipina yang semuanya menurunkan tim terkuat mereka.
Pada tanggal 5 Desember, tim akan kembali ke Vietnam untuk mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Thailand pada tanggal 7 Desember dan memulai kompetisi mereka pada tanggal 10 Desember.
Sumber: https://baovanhoa.vn/the-thao/thu-thach-cho-boi-viet-nam-184278.html







Komentar (0)