Pada tanggal 14 Mei, di Hanoi, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Daerah Otonomi Guangxi Zhuang (Tiongkok), bekerja sama dengan Pusat Kebudayaan Tiongkok di Hanoi, menyelenggarakan program " World Harmony Tea - Elegant Collection 2026" dan memperkenalkan budaya dan pariwisata dengan tema "Bertemu Guangxi (Bai Se)". Acara ini tidak hanya berfungsi sebagai jembatan penghubung antar budaya tetapi juga berkontribusi dalam mempromosikan dan meningkatkan pariwisata antara Vietnam dan Tiongkok.
Zhang Deshan, Direktur Pusat Kebudayaan Tiongkok di Hanoi, menyampaikan bahwa dalam program ini, Pusat Kebudayaan Tiongkok di Hanoi, bersama dengan Baise (Guangxi, Tiongkok), membawa ke Hanoi ciri khas unik budaya etnis Zhuang, memperkenalkan program wisata di "destinasi bersejarah revolusi" dan aroma teh Tiongkok yang ramah lingkungan.
Dengan empat area berbeda: "Zona Pertukaran Teh," "Zona Pengalaman Warisan Budaya Takbenda," "Zona Pameran Budaya dan Pariwisata," dan "Zona Pencicipan Rasa Guangxi," program ini menawarkan pengalaman otentik dan semarak tentang budaya, masyarakat, dan vitalitas wilayah Baise, sehingga berkontribusi dalam mempromosikan pertukaran budaya dan pariwisata antara masyarakat kedua negara.
Menurut statistik dari Administrasi Pariwisata Nasional Vietnam, Tiongkok secara konsisten menjadi sumber wisatawan terbesar ke Vietnam selama bertahun-tahun. Pada tahun 2025, lebih dari 5,28 juta wisatawan dari Tiongkok daratan mengunjungi Vietnam, yang mewakili 25% dari total pasar wisata internasional. Dalam empat bulan pertama tahun 2026, Vietnam menyambut lebih dari 1,85 juta wisatawan dari Tiongkok daratan (dari total 8,8 juta wisatawan internasional).
Di Hanoi saja, pada tahun 2025, kota ini menyambut lebih dari 601.600 wisatawan Tiongkok, meningkat 33,6% dibandingkan tahun 2024, yang mewakili sekitar 11% dari total jumlah pengunjung internasional ke Hanoi.
Dalam empat bulan pertama tahun 2026, Hanoi menerima lebih dari 272.500 wisatawan Tiongkok, meningkat 59% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bapak Nguyen Tran Quang, Wakil Direktur Dinas Pariwisata Hanoi, menilai bahwa angka positif ini menunjukkan potensi signifikan untuk kerja sama dan pertukaran pariwisata antara Hanoi dan daerah-daerah di Tiongkok, sekaligus menegaskan daya tarik Hanoi bagi wisatawan Tiongkok.
Wakil Direktur Dinas Pariwisata Hanoi menyatakan bahwa Hanoi ingin memperkuat hubungan dan kerja sama dengan daerah-daerah di Tiongkok untuk mengembangkan produk pariwisata yang unik, memperluas pertukaran wisata, dan menciptakan peluang bagi masyarakat kedua negara untuk melakukan lebih banyak pertukaran budaya, mempelajari sejarah, masyarakat, dan nilai-nilai tradisional unik dari masing-masing bangsa.
Menurut para ahli pariwisata, faktor utama yang menjadikan Vietnam destinasi menarik bagi wisatawan Tiongkok adalah: biaya hidup rendah; layanan pariwisata yang terjangkau; banyak pantai yang indah; budaya yang kaya; dan kuliner yang lezat. Sebaliknya, daerah wisata di sepanjang perbatasan Tiongkok, dengan destinasi yang beragam dan biaya yang fleksibel, juga menjadi pilihan populer bagi wisatawan Vietnam.
Selain itu, perubahan kebijakan visa baru-baru ini antara Vietnam dan Tiongkok telah berkontribusi menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi wisatawan dari kedua negara untuk meningkatkan kerja sama, pertukaran budaya, dan pengembangan pariwisata.
Menurut Nguyen Tien Dat, Wakil Presiden Asosiasi Pariwisata Hanoi, dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand, Vietnam memiliki keunggulan karena letak geografisnya yang paling dekat dengan Tiongkok. Oleh karena itu, selain jalur udara dan laut, terdapat juga jalur darat bagi wisatawan yang ingin memasuki kedua negara, yang lebih nyaman dan lebih murah.
Pham Anh Vu, Wakil Direktur Jenderal Viet Travel Company, menyampaikan bahwa di Vietnam, wisatawan Tiongkok terutama mengunjungi daerah pesisir dan resor kelas atas seperti Da Nang, Nha Trang, dan Phu Quoc. Selain itu, tur yang mengeksplorasi budaya dan sejarah Vietnam di Hanoi dan Hue juga menarik banyak wisatawan Tiongkok.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/thuc-day-luong-khach-du-lich-giua-viet-nam-trung-quoc-post1110444.vnp








Komentar (0)