Makanan organik adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan makanan yang ditanam, diproses, dan disiapkan dengan cara yang aman bagi lingkungan. Untuk produk pertanian, ini merujuk pada produk yang ditanam tanpa menggunakan bahan kimia buatan (pestisida, pupuk kimia, pengawet, dll.). Untuk daging hewan, makanan organik bebas dari hormon pertumbuhan, antibiotik, atau organisme hasil rekayasa genetika.
Menurut survei Departemen Pertanian AS (USDA), biaya menanam dan merawat buah dan sayuran organik biasanya 20% lebih tinggi daripada produk yang ditanam secara konvensional.
Ibu Luong Ngoc Quynh (Kelompok 4, Kelurahan Phu Dong, Kota Pleiku) berbagi: “Meskipun makanan organik lebih mahal, keluarga saya tetap memilih untuk membelinya karena kualitas produk dan keamanannya bagi kesehatan kami. Misalnya, beras udang ST25 Ong Cua, yang ditanam di lahan budidaya udang, harganya lebih dari 400.000 VND per karung 5 kg, jauh lebih tinggi daripada beras biasa. Atau apel Fuji, yang memiliki sertifikasi USDA, juga harganya 2-3 kali lebih mahal.”
Senada dengan itu, Ibu Nguyen Thao Nguyen (gang 84, Jalan Chi Lang, Kota Pleiku) mengatakan: “Saya biasanya membeli makanan di supermarket atau toko makanan organik, kecuali jika supermarket tersebut tidak memiliki produk yang dibutuhkan keluarga saya. Saya tahu makanan di sini lebih mahal daripada di pasar, tetapi saya tetap menerimanya demi ketenangan pikiran mengenai asal dan keamanan pangan.”

Dengan memahami psikologi konsumen, di Kota Pleiku, selain sistem supermarket Co.op Mart dan minimarket WinMart, semakin banyak toko kecil yang khusus menjual makanan organik dan buah-buahan segar bermunculan.
Contoh-contoh terkenal meliputi: Van Tri Clean Food Store, Cay Ba Trong, Hoa Qua Sach, Huka Organic Farm, King Fruit… Toko-toko ini biasanya menjual produk dengan sertifikat asal yang jelas, sehingga membangun kepercayaan di antara konsumen.
Ibu Ho Thi Mai, pemilik Toko Buah Bersih (Jalan Hai Ba Trung 21A), mengatakan: “Selama hampir 10 tahun, saya telah menjual buah-buahan organik dan bersih. Toko saya memiliki berbagai macam buah, baik domestik maupun impor. Produk domestik seperti pepaya, mangga, srikaya, buah naga... semuanya memiliki sertifikasi VietGAP dan dilengkapi dengan faktur; sedangkan produk impor seperti kiwi, anggur hitam Australia, apel Envy, anggur jari Australia... semuanya memiliki sertifikasi organik dan asal-usul yang jelas.”
Harga buah-buahan lokal biasanya sekitar 15-20 ribu VND/kg lebih tinggi daripada buah-buahan biasa; untuk barang impor, harganya bervariasi tergantung jenis dan musimnya. Meskipun kami menjual beberapa produk dengan harga lebih tinggi daripada harga pasar, kami selalu memiliki basis pelanggan yang cukup stabil karena mereka mempercayai kualitas produk dan layanan kami."

Permintaan akan produk organik telah menjadi bagian integral dari kehidupan modern, yang berarti pasar organik menjanjikan pertumbuhan yang kuat di masa depan. Namun, banyak konsumen masih belum sepenuhnya yakin dengan banyaknya makanan yang dipasarkan sebagai organik, bersih, dan aman.
Bapak Le Anh Tuan (Kelompok 8, Kelurahan Yen Do, Kota Pleiku) menyatakan: “Konsumen juga membutuhkan dasar untuk memastikan bahwa mereka benar-benar membeli produk organik – produk yang rela mereka bayar lebih mahal daripada produk konvensional tanpa sertifikasi asal. Ini adalah sesuatu yang perlu dimiliki oleh toko dan bisnis makanan organik untuk membangun reputasi mereka.”
Sumber: https://baogialai.com.vn/thuc-pham-huu-co-vi-suc-khoe-xu-huong-tieu-dung-moi-post324995.html








Komentar (0)