![]() |
Gyokeres adalah harapan besar Swedia di lini serang. |
Menyusul hasil imbang 2-2 antara Belanda dan Jepang, situasi di Grup F Piala Dunia 2026 menjadi jauh lebih terbuka. Hal ini membuat pertandingan antara Swedia dan Tunisia pada pagi hari tanggal 15 Juni menjadi sangat penting bagi kedua tim.
Swedia kembali ke Piala Dunia dengan cara yang luar biasa. Tim Nordik ini tidak memenangkan satu pun pertandingan di babak kualifikasi, tetapi tetap mengamankan tempat mereka melalui babak play-off Nations League. Kontributor terbesar adalah Viktor Gyokeres, striker yang baru-baru ini bergabung dengan Arsenal dan merupakan harapan utama di lini serang.
Pelatih Graham Potter memiliki skuad yang sangat berpengalaman dengan nama-nama yang sudah dikenal seperti Victor Lindelof, Anthony Elanga, dan Alexander Isak. Duet Isak-Gyokeres telah mencetak total 37 gol untuk tim nasional dan diharapkan dapat membuat perbedaan melawan Tunisia.
Namun, masalah Swedia terletak pada pertahanan mereka. Tim tersebut telah kebobolan gol dalam 11 pertandingan berturut-turut sejak Juni 2025. Dalam dua pertandingan persahabatan terakhir mereka, mereka kalah 1-3 dari Norwegia dan bermain imbang 2-2 dengan Yunani, yang menyoroti kurangnya stabilitas di lini belakang mereka.
Sebaliknya, Tunisia tampil sangat mengesankan di babak kualifikasi Afrika, memenangkan 9 dari 10 pertandingan dan tidak kebobolan satu pun. Namun, performa "Elang Kartago" belakangan ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar.
Tim asuhan pelatih Sabri Lamouchi tersingkir dari Piala Afrika oleh Mali, kalah 0-1 dari Austria, dan yang paling penting menderita kekalahan telak 0-5 melawan Belgia dalam pertandingan persahabatan terakhir mereka sebelum Piala Dunia. Tunisia saat ini sedang menjalani tiga pertandingan berturut-turut tanpa mencetak gol.
Meskipun demikian, perwakilan Afrika masih memiliki banyak pemain terkenal seperti Hannibal Mejbri dan Rani Khedira, adik laki-laki dari juara Piala Dunia 2014, Sami Khedira.
Jika dilihat dari segi kekuatan secara keseluruhan, Swedia dianggap sedikit lebih unggul karena kualitas skuad mereka dan pengalaman mereka di kompetisi Eropa. Namun, Tunisia selalu dikenal dengan gaya bermainnya yang disiplin dan kemampuan bertahan yang tangguh.
Sumber: https://znews.vn/thuy-dien-truc-co-hoi-pha-dop-tunisia-post1659756.html






























































